BTN Pacu KPR Demi Realisasi Sejuta Rumah di Jatim

20 September 2018 - 10:49 WIB
Direksi Bank BTN memaparkan kinerja Perseroan
Direksi Bank BTN memaparkan kinerja Perseroan

SURABAYA (SurabayaPost.id) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bakal terus memacu ekspansi bisnis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Jawa Timur (Jatim) mengingat angka backlog di wilayah tersebut masih tinggi serta positifnya harga rumah disana.

Ekspansi bisnis tersebut digelar untuk mendukung pencapaian target bisnis Bank BTN secara nasional sekaligus mendorong suksesnya program sejuta rumah.

Direktur Bank BTN, Andi Nirwoto mengatakan, Perseroan akan terus menggenjot kinerja Perseroan di Jatim melihat potensi yang masih besar. Andi memaparkan, berdasarkan kajian supply and demand perumahan yang dilakukan Bank BTN menunjukkan angka backlog di Jawa Timur pada tahun 2016 mencapai 1,03 juta unit.

Dalam 5 tahun ke depan, Bank BTN memproyeksikan angka kebutuhan rumah tersebut akan bertambah sebanyak 762.034 unit. Sebaliknya, angka pertumbuhan kepemilikan rumah di provinsi tempat Kota Pahlawan tersebut baru mencapai 1,18%.

Tahun ini, Bank BTN merekam jumlah potensi permintaan akan rumah di Jatim mencapai 331.764 unit. Namun, angka ketersediaan rumah di wilayah tersebut baru mencapai 23.992 unit.

“Dengan ruang yang lebar untuk berekspansi ini serta berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang kami lakukan, kami optimis tahun ini akan mampu mencatatkan penyaluran KPR di Jatim senilai Rp 4,32 triliun untuk 23.321 unit rumah atau naik sekitar 21% dari tahun lalu,” jelas Andi dalam Public Expose Bank BTN di Surabaya, Rabu (19/9/2018).

Besarnya peluang bisnis KPR di Jatim juga didukung pergerakan positif harga rumah di provinsi tersebut. Kajian Bank BTN juga menunjukkan provinsi Jatim menempati posisi ketiga dengan House Price Index (indeks harga rumah/HPI) tertinggi sebesar 173,34 per Juni 2018.

Kemudian, sebanyak 6 dari 10 kabupaten/kota yang memiliki HPI tertinggi berada di Jawa Timur.

Diantaranya, Jember menjadi kabupaten dengan HPI tertinggi per Juni 2018 dengan indeks sebesar 229,46 dan pertumbuhan tahunan mencapai 23,38% secara tahunan. Besaran indeks tersebut mengindikasikan kenaikan harga rumah di Jember mencapai 1,29 kali lipat dalam 3,5 tahun.

Pertumbuhan pesat terjadi di Kabupaten Ngawi dengan kenaikan tahunan sebesar 45,93%. Sejalan dengan kajian tersebut, Bank Indonesia merekam kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Kota Surabaya dengan pertumbuhan sebesar 5,41% secara tahunan (yoy) per Juni 2018.

Adapun hingga Juli 2018, Andi merinci penyaluran KPR Bank BTN di Jatim mencapai Rp 1,83 triliun. Realisasi tersebut terdiri atas penyaluran KPR non subsidi untuk 4.127 unit rumah atau setara Rp 1,24 triliun dan penyaluran KPR subsidi untuk 5.169 unit rumah atau senilai Rp 585,46 miliar per Juli 2018.

Untuk mencapai target penyaluran KPR tersebut, Andi mengungkapkan Perseroan terus berpartisipasi meningkatkan ketersediaan rumah.

Aksi yang dilakukan yakni dengan menjadi inisiator dan integrator kerjasama antar institusi untuk meningkatkan pasokan rumah. Beberapa hal yang dilakukan yakni bersinergi dengan para penyedia lahan, pemasok bahan baku, hingga pengembang properti.

Dalam meningkatkan sisi kebutuhan rumah, emiten bersandi saham BBTN ini juga terus berinovasi pada lini digital banking untuk mempermudah nasabah mengakses layanan KPR Perseroan. Bank BTN juga terus memperluas jaringan distribusi untuk meningkatkan ekspansi bisnisnya terutama di daerah-daerah.

“Kami juga menjalin kemitraan dengan berbagai institusi untuk menawarkan KPR kepada karyawan dan masyarakat serta melakukan cross selling dengan beragam korporat. Dengan berbagai strategi tersebut, kami optimis secara nasional dapat mencatatkan pertumbuhan KPR di atas 20%,” kata Andi.

Secara nasional, Bank BTN menyalurkan KPR senilai Rp 157,55 triliun. Posisi tersebut naik 22,07% (yoy) dari Rp 129,07 triliun pada Juli 2017. Bank BTN juga menorehkan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar Rp 213,5 triliun per Juli 2018 atau naik 19,55% (yoy) dari Rp 178,58 triliun.

Bank BTN pun tercatat telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp 188,33 triliun atau naik sekitar 17,27% (yoy) dari Rp 160,59 triliun. Dengan kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan total aset sekitar Rp 264,51 triliun pada Juli 2018 atau naik sekitar 17,73% (yoy) dari Rp 224,68 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya.

Dengan besaran aset ini,memperkokoh Bank BTN sebagai bank terbesar kelima di Indonesia. (Jun)