Covid-19 Belum Usai, BPKN Gugah Semua Pihak Antisipasi Kenaikan Kasus

8 June 2021 - 20:45 WIB

JAKARTA (SurabayaPost.id) – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menggugah semua pihak agar ikut terlibat mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19. Sehingga, pandemi virus meresahkan dan mematikan itu bisa terus ditekan. 

Ketua BPKN RI Rizal E. Halim menyampaikan hal tersebut Selasa (8/6/2021). Sebab, penekanan terhadap kasus Covid-19 mulai memberikan hasil positif. 

Makanya dia mengapresiasi kerja pemerintah dalam menekan laju penularan virus Covid-19. Menurut dia,  data BNPB, perkembangan pasien sembuh per 7 Juni 2021 mencapai 1.711.565 orang dengan persentase di angka 91,9%. 

Angka kesembuhan kumulatif ini, kata dia, cukup menggembirakan. Alasannya,  pasien sembuh harian terus bertambah  sebanyak 5.594 orang.  

“Upaya berkesinambungan yang dilakukan pemerintah menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) perlu didukung semua lapisan stakeholder dan masyarakat,” jelas dia. 

Saat ini, menurut  dia   dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masuk pada klaster keluarga. “BPKN-RI menilai PPKM mikro itu merupakan strategi tepat. Yan disamping menerapkan  3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Meski demikian, Rizal menegaskan agar semua pihak peduli. Sehingga  laju postif perkembangan penanggulangan covid-19 tidak sampai terlena. 

Itu mengingat, kasus yang meninggal juga meningkat menjadi 51.803.  Sedangkan  kasus positif harian mencapai 6.993.

“Untuk mengantisipasi pasien Covid-19 membludak, pusat dan daerah harus memiliki strategi preventif. Ya seperti menyiapkan lokasi karantina alternatif cadangan bagi pasien terpapar Covid-19,” harapnya.

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Johan Effendi mengusulkan, fasilitas umum  yang ada di lingkungan masyarakat dapat digunakan. Itu, kat dia,  sebagai tempat isolasi darurat pasien Covid-19. 

“Lokasi yang akan digunakan harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Upaya tersebut adalah langkah preventif yang bisa dilakukan seluruh kalangan masyarakat guna mengantisipasi penuhnya ketersedian ruang isolasi dan juga bed pada Rumah Sakit,” ujarnya.

Selain itu, menurut Johan, pemerintah pusat maupun daerah harus bersinergi bersama stakeholder. Terutama pada sektor Kesehatan untuk merancang berbagai strategi untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien COVID-19. 

“Hal itu dikarenakan saat ini jumlah kasus serta angka kematiannya juga terus meningkat baik di skala nasional dan daerah,” kata Johan prihatin.

Sementara itu, Rizal mengatakan  untuk memenuhi seluruh upaya penanggulangan COVID-19 oleh seluruh otoritas sektor Kesehatan terutama, memerlukan anggaran serta sarana dan prasarana yang memadai. 

Tujuannya kata dia,  adalah memberikan pelayanan yang prima terhadap pasien, meski statusnya ditingkatan pandemi. Sehingga standar mutu dan pelayanan di salah satu rumah sakit rujukan tetap terjaga.

“karena itu BPKN-RI juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Mari bersama-sama kita menjaga bangsa ini demi mencegah rantai Covid-19,” pungkas Rizal.(lil)