Demi Pendampingan, Forkopimda Kota Malang Luncurkan Program SRTH Korban Covid-19

21 July 2021 - 14:34 WIB
Walikota Malang, Sutiaji, memberikan rompi kepada para psikolog sekaligus meresmikan Program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid dihalaman Polresta Malang Kota

MALANG (SurabayaPost.id) – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang meluncurkan program Sama Ramah Trauma Healing (SRTH) korban Covid-19. Program itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji di halaman Mapolresta Malang Kota, pada Rabu (21/7/2021). 

Hadir dalam peluncuran secara resmi  program tersebut Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto. Selain itu  Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona.

“Program ini, terdiri dari psikolog yang akan memberikan pendampingan pada saudara kita yang menjadi korban Covid-19. Karena kan ada saat ini saudara kita yang terpapar Covid, yang sedang cemas,” jelas Sutiaji.

Lantas, Sutiaji menceritakan pengalamannya sendiri saat terpapar Covid. Menurut dia, sempat berhalusinasi makam, jenazah dan orang orang tua yang telah meninggal yang menghantui. 

“Kalau itu terus menghantui, imun dan semangat hidup akan turun. Sehingga, perlu adanya pendampingan,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, Walikota Malang, Sutiaji serta Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona pose bersama jajaran dan psikolog usai peresmian Program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid dihalaman Polresta Malang Kota

Tidak hanya pendampingan psikologis kepada warga Kota Malang yang terpapar Covid, pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang telah sembuh dari Covid 19.

“Saudara saudara kita yang pasca terpapar Covid, jangan berharap dirinya sakti dan sudah bagus. Tetap prokesnya harus dikuatkan. Selain itu, ada yang pasca terpapar, ditinggal oleh keluarganya dan terus merenung. Sehingga, perlu ada penumbuhan  semangat hidup,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak mungkin tenaga psikolog untuk program tersebut.

“Dari Polresta sebanyak 17 orang, Poltekkes sebanyak 6 orang dan dari Pemkot sebanyak 15 orang. Kami juga akan menggandeng perguruan tinggi yang memiliki fakultas psikologi. Kita ajak gabung bersama sama,” terangnya.

Untuk mekanisme pendampingan psikologis tersebut, bisa dilakukan dengan mendatangi langsung ke lokasi atau dilakukan secara virtual.

“Bisa datang langsung ke lokasi, atau bisa secara virtual melalui video call. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan literasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa kena Covid itu bukanlah aib. Justru orang yang berkata jujur, dirinya terpapar Covid adalah seorang pejuang. Kenapa bisa dikatakan pejuang, agar orang lain tidak terpapar,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, mengaku sudah menyiapkan sejumlah psikolog. Mereka disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat korban Covid 19.

“Dari Polresta Malang Kota ada 17 psikolog. Selain itu, juga peran Bhabinkamtibmas yang ada di setiap Kelurahan,” terangnya.

Menurut dia, penuntasan Covid 19 harus paralel dari saat sebelum dan saat setelahnya. “Dimulai dari pencegahan, pembagian masker, saat kejadian yakni vaksinasi massal dan bansos dan trauma healing ini disaat dan setelah yang bersangkutan mengalami,” tandasnya. (Lil)