Diangkut Kapal Pelni, Bupati Malang Sambut  Pengungsi Wamena 

17 October 2019 - 21:38 WIB
Bupati Malang, HM Sanusi saat menyambut kedatangan pengungsi Papua

MALANG  (SurabayaPost.id)  – Gelombang pengungsi kerusuhan Wamena, Papua terus berdatangan di Jawa Timur. Buktinya, Kamis (17/10/2019) sekitar 519 orang pengungsi tiba di Jatim.

Mereka  menumpang kapal Pelni dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dari ratusan pengungsi itu, diantar pulang ke kampung halaman masing-masing. 

Pengungsi yang berasal dari Kabupaten Malang ada 14 orang. Mereka disambut langsung Bupati Malang HM Sanusi di pendopo Kabupaten. 

Bupati HM Sanusi pose bersama para pengungsi dari Papua.

Mereka berasal dari Kecamatan Wonosari, Pakisaji, Gondanglegi dan Poncokusumo. Meski begitu,  diperkirakan gelombang pengungsi Wamena akan terus berdatangan.

Kedatangan mereka disambut Bupati Malang, H Sanusi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nurhasyim, di Pendopo Agung Kabupaten Malang. 

“Sebenarnya menurut informasi ini ada 94 orang, karena kapalnya tidak muat, cuma 519 orang, kemungkinan ini ya masih bergelombang,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nurhasyim.

Nurhasyim menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi dari Pemerintah Provinsi Jatim terkait kedatangan selanjutnya pengungsi Wamena. Kedatangan pengungsi hari ini merupakan pertama kalinya dengan menumpang kapal Pelni, setelah gelombang sebelumnya menumpang Hercules dan mendarat di Bandara Abdul Rachman Shaleh.

“Ada yang mandiri juga. Setelah ini ada trauma healing, tapi kita pertemukan dengan keluarga dulu,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengungsi dari Pakisaji, Deni, mengatakan jika dirinya bersyukur bisa selamat dari peristiwa kerusuhan yang menelan korban jiwa di Wamena tersebut. Saat peristiwa terjadi, Deni hanya bisa bersembunyi di dalam kediamannya.

“Saat kejadian saya sembunyi, alhamdulilah bisa selamat,” ujar pria yang saat berada di Wamena berjualan cilok itu. (lil)