Diduga Serangan Jantung, dr Bagoes Meninggal di Lapas Porong

20 December 2018 - 15:21 WIB
dr Bagoes Soelyoadikoesoemo, terpidana kasus korupsi P2SEM saat ditangkap petugas kejaksaan usia buron sejak 2011 silam.

SURABAYA (surabayapost.id) – dr Bagoes Soelyoadikoesoemo, terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) meninggal di Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo (Lapas Porong), Kamis (20/12/2018). Diduga kematian dr Bagoes disebabkan sakit jantung yang dideritanya.

Pargiyono, Kepala Lapas Porong mengatakan, kematian dr Bagoes diketahui petugas sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, petugas yang tengah membuka pintu kamar tahanan melihat dr Bagoes tergeletak. “Saat dibangunkan petugas, dr Bagoes tidak bangun-bangun. Kondisi badannya sudah dingin,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Bahkan napi lainnya yang menghuni satu sel juga tidak mengetahui bahwa dr Bagoes telah meninggal dunia. Atas temuan tersebut petugas langsung melaporkan hal ini ke Kepala Lapas Porong. “Selanjutnya kami melaporkan ini ke Polsek Porong,” beber Pargiyono.

Atas laporan tersebut, sejumlah anggota Polsek Porong dan Tim Inafis Polresta Sidoarjo langsung melakukan identifikasi di sel tempat dr Bagoes meninggal. “Kemudian jenazah dr Bagoes dibawa ke RS Bhayangkara Porong,” katanya.

Untuk kepastian penyebab dr Bagoes meninggal Pargiyono telah menyerahkan hal itu ke pihak kepolisian. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, dr Bagoes meninggal disebabkan serangan jantung.

Perlu diketahui, sebelumnya dr Bagoes dinyatakan sebagai buron sejak tahun 2011 silam. dr Bagoes dihukum lantaran telah melakukan korupsi dana P2SEM dengan modus menjadi makelar untuk kampus-kampus di Jatim.

Dalam prakteknya, dr Bagoes memakai proposal dan meminjam bendera lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) di beberapa kampus diantaranya, ASMI, STKIP BIM, STIE Wilwatikta, dan Universitas 45. Juga beberapa kampus di Malang, Jombang, Ponorogo, dan Sidoarjo. (fan)