Eduwisata Herbal dari Hulu Hingga Hilir, Ada di Kota Batu

8 September 2020 - 19:52 WIB
Suasana penandatanganan perjanjian antara Pemkot Batu dan ITS di ruang Rupatama Balaikota Among Tani Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko tak pernah lelah menambah destinasi wisata baru. Kali ini ada destinasi wisata baru yaitu Eduwisata Herbal dari hulu hingga hilir.

Eduwisata Herbal itu ada di Kota Batu. Itu setelah Pemkot Batu menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Kerja sama itu merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya. Yakni kerjasama budidaya porang di Kampung Edukasi Healing Forest dan HHBK Center AMKE di kawasan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Sedangkan kerja sama Eduwisata Herbal kali ini juga dengan ITS. Perjanjian kerja sama itu ditandai dengan peletakan batu pertama dalam rangka kegiatan kuliah kerja nyata pengabdian masyarakat (Abdimas).

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pada saat di Rupatama Balaikota Among Tani Kota Batu

Penandatanganan kerja sama tersebut dihelat di Rupatama Balaikota Among Tani, Selasa, (8/9/2020). Dalam perjanjian kerja sama itu disebutkan soal Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi.

Itu karena kegiatan KKN Abdimas tersebut mengusung tema Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi. Makanya, dalam penandatanganan kerja sama itu dihadiri Kasubdit Kerjasama dan Kealumnian Direktorat Inovasi Kerjasama dan Kealumnian (IKK), Arman Hakim Nasution.

Selain itu mahasiswa ITS, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono. Lalu, Kepala Dinas Pariwisata Arief As Sidiq, serta Kepala Bapelitbangda Susetya Herawan.

Pada kesempatan itu, Dewanti dalam sambutannya mengaku sangat bahagia dan beruntung. Sebab ITS telah memilih Kota Batu untuk dijadikan pilot project pengabdian masyarakat bertema “Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi”.

Kerjasama itu menurut dia memberi keuntungan dan memberi peluang yang cerah bagi pembangunan Kota Batu. “Khususnya sebagai salah satu daerah destinasi wisata,” katanya.

Meski begitu, kata dia, bukan hanya menambah destinasi wisata saja. Tetapi lanjut dia, semacam kegiatan lain di luar sektor pariwisata.

“Konsep yang dituangkan dalam tema Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi tersebut, memiliki semangat yang harus diterapkan. Konsep itu untuk menawarkan suatu paradigma baru terhadap sistem ekonomi, yakni kerangka kerja yang berkelanjutan,” paparnya.

Eduwisata herbal berbasis energi alternatif terbarukan itu, menurutnya sangat erat kaitannya dengan circular ekonomi. “Sirkulasi itu menitikberatkan pada pemanfaatan hasil aktivitas perekonomian. Sehingga barang-barang yang dihasilkan dari setiap kegiatan perekonomian bisa digunakan seefisien mungkin serta tidak ada yang terbuang sia-sia,” pesannya.

Oleh karena itu, lanjut dia, daur ulang merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam konsep circular ekonomi. “Di sisi lain, kami berharap setiap tahunnya ada program-program untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Batu,” harap dia.

Untuk itu, katandia, kerjasama antara Pemkot Batu dan ITS diharapkan bisa berkesinambungan. Salah satunya yang diinginkan dalam melestarikan tanaman herbal yang merupakan kekayaan hayati Indonesia.

Dia berharap dengan adanya kegiatan yang mengembangkan eduwisata herbal bisa membuka mata semua pihak untuk melestarikan tanaman herbal itu. “Apalagi nanti dari hulu sampai hilir. Jadi pasti luar biasa,” tutur dia.

Kadis Parta Kota Batu Arief As Siddiq bersama Kepala Bapelitbangda Susetya Herawan di Ruptama Balaikota Among Tani Pemkot Batu

Sementara itu, Kepala Disparta Kota Batu, Arif As Siddiq, mengaku lega. Sebab momen tersebut bisa menjadi pemicu untuk mewujudkan daya tarik wisata berbasis tanaman herbal.

Apalagi, terang dia, tanaman herbal itu diyakini akan semakin mendorong keberagaman pilihan untuk destinasi wisata di Kota Batu. Sehingga, wisatawan bisa memilih tujuan wisatanya dengan leluasa.

“Kondisi itu efek manfaatnya bisa ganda. Mendongkrak perekonomian masyarakat serta bisa meningkatkan kunjungan wisata di Kota Batu,” pungkasnya (Gus/Adv)