Gelar Doa Lintas Agama, Danramil Batu Mengajak Eks Napiter Merakit Bangsa Indonesia Menjadi Damai

25 August 2022 - 10:33 WIB
Doa lintas agama dan sarasehan dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, dengan tema
Doa lintas agama dan sarasehan dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, dengan tema" Refleksi Kemerdekaan Pada Nilai - nilai Pancasila" di Kantor Koramil 02, Batu, Rabu (24/8/2022) malam

BATU (SurabayaPost.id) – Komando Rayon Militer (Koramil) Batu menggelar acara doa lintas agama dan sarasehan dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, dengan tema” Refleksi Kemerdekaan Pada Nilai – nilai Pancasila” di Kantor Koramil 02, Batu, Rabu (24/8/2022) malam.

Sarasehan yang digagas Danramil (Komandan Koramil) Batu Kapten Inf. Didik Hartono tersebut, dikemas dengan sederhana dan untuk undangan melibatkan lintas agama, ormas, dan eknis budaya serta yang lain.

Menariknya berlangsungnya acara tersebut, dari berbagai tokoh agama satu persatu tengah membacakan doa dengan keyakinannya masing – masing.

Menariknya lagi, dalam acara tersebut, yang didapuk sebagai pembicaranya, yakni Ori Budayawan dan Syahrul Munif, warga Indonesia eks napi teroris (napiter) yang pernah menjadi petempur kelompok militan ISIS di Suriah, yang sudah sadar dengan kesalahannya.

Dalam sambutannya, Danramil Batu, sapaan akrab Didik, menyampaikan dengan berlangsungnya acara tersebut, tidak serta merta  memperingati HUT RI ke – 77.

“Disini kita siapkan tujuh tumpeng, tujuh rupa bunga yang dikemas dan tujuh air, serta pelengkap lain yang serba berjumlah tujuh,” papar Didik.

Doa lintas agama dan sarasehan dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, dengan tema" Refleksi Kemerdekaan Pada Nilai - nilai Pancasila" di Kantor Koramil 02, Batu, Rabu (24/8/2022) malam
Doa lintas agama dan sarasehan dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, dengan tema” Refleksi Kemerdekaan Pada Nilai – nilai Pancasila” di Kantor Koramil 02, Batu, Rabu (24/8/2022) malam

Oleh karena itu, Didik mengaku bangga dengan berlangsungnya acara yang didatangi para undangan se- Malang Raya  kendati dikemas dengan sangat sederhana tapi mereka bersedia hadir. 

“Ini mencerminkan kesederhanaan bangsa kita.Maka jangan mengklaim sebagai bangsa indonesia kalau masih ego,” pesannya.

Untuk itu, menurut Didik yang notabene sebagai tuan rumah menyebut kepada semua undangan yang hadir sembari menikmati suguhan yang sederhana sekaligus mendengarkan kisah perjalanan dari mantan teroris.

“Malam ini, kita mengundang Syahrul, mantan teroris yang pernah dijeblosksn penjara Nusakambangan karena telah  merajut Bom di Suriah;” ujarnya 

Lantas, ujar dia, menurut Didik Syahrul pernah menyampaikan bahwa merakit bom lebih mudah dari pada merakit layang – layang. 

“Yang disampaikan Syahrul. Bahwa merakit bom lebih mudah daripada merajut layang – layang. Namun pada malam ini, kita ajak merakit bangsa ini untuk menciptakan kedamaian,” pungkasnya (gus)