Gubernur Jatim: Era Koding Itu Butuh Penghafal Alquran 

30 October 2019 - 21:30 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

MALANG (SurabayaPost.id) – Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada tahun 2030, Indonesia menghadapi bonus demografi. Itu berarti  usia produktif akan semakin bertambah. 

“Jumlah usia produktif itu sekitar 113 juta tenaga kerja di Jawa Timur. Namun ratusan juta itu terancam digantikan mesin,” jelas Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat di Batu, Jatim, Rabu (30/10/2019). 

Dia menjelaskan tahun 2020 diprediksi 48 persen pekerjaan diganti mesin. Bahkan ia memprediksi di tahun 2025, bisa jadi 52 persen pekerjaan digantikan mesin.

Menyiasati ancaman tersebut, ia meminta generasi muda saat ini mengutamakan penguasaan STEM (science, Technology, engineering, and mathematics). “Sebanyak 80 persen dari 113 juta itu saya harapkan menguasai STEM,” jelas dia. 

Itu karena, lanjut dia,  saat ini Jawa Timur butuh tenaga koding. “Apa penguasaan intinya? Matematika kan? Tapi bukan berarti ilmu sosial tidak digunakan,” ujar Khofifah

Khofifah pun mengaku telah mengkonsultasikan hal ini dengan gubernur Bank Indonesia di Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu. Dalam diskusi itu ia menceritakan bahwa untuk mencari ahli koding. 

Untuk menguasai teknologi dan digitalisasi. “Koding itu butuh yang ahli menghafal. Maka dari itu pak Gubernur BI sudah bilang kalau mau cari penghafal, maka cari penghafal Al-Quran, itulah roh yang saat ini dibutuhkan,” ucapnya.

Di hadapan ratusan wakil perguruan tinggi, ia meminta agar seluruh perguruan tinggi membantu mencetak generasi tersebut. “Rata-rata lulusan pendidikan di Jatim 7,3 atau setara kelas 7 SMP. Ini harus ditingkatkan, perguruan tinggi harus membantu menstimulasi anak agar berpendidikan tinggi,” tandasnya. (lil)