Istri Tukang Ojol Sakit, Kapolres Batu Kirim Tim Medis Lakukan Pemeriksaan

3 August 2021 - 20:32 WIB
Tim medis dari Polres saat mengecek Ngatik

BATU (SurabayaPost.id) – Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo mengutus tim dokter bersama anggota Polres Batu ke kediaman Ngatik (34), Selasa (3/8/2021). Itu karena ostri dari Agus Setyo Budi, warga Kaliputih, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu sakit tak kunjung sembuh. 

Sementara, Agus Setyo Budi yang kesehariannya tukang ojek online (Ojol) mengeluh. Sebab,  tak mampu membeli obat dan memenuhi kebutuhan hidup Istri dan kedua anaknya selama masa pandemi Covid-19 ini.

Berdasarkan kabar yang beredar liar  tersebut, Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo SIK MH, Selasa (3/8/2921) langsung menerjunkan beberapa anggotanya dan tim medis Polres Batu untuk berkunjung ke rumahnya.

Kedatangan tim Polres Batu tersebut, terdiri dari Paur Kesehatan Ipda Harianto, bersama dokter kesehatan (Donkes) Yunita Puji Lestari bersama Babinkatibmas Bripka Laila. 

Praktis, kunjungan mereka, selain mengecek kesehatannya sekaligus memberikan paket berupa sembako dan beberapa obat-obatan. Dan itu, dibenarkan oleh Paur Kes Ipda Harianto.

Anggota Polres bersama donkes saat berkunjung di rumah Ngatik

“Kami bersama Dinkes didampingi Babinkantibmas, diperintah langsung oleh Bapak Kapolres Batu. Itu setelah mendapat informasi dari salah satu media, kemudian kami diperintahkan untuk segera  mengunjungi warga yang sedang sakit itu,” ujarnya.

Lantas, ujar dia, setelah sampai di rumahnya, menyerahkan bantuan sembako dan obat-obatan, sekaligus mengecek kesehatannya.

Sekadar diketahui, Agus yang kesehariannya sebagai tukang ojek online (Ojol) tersebut, mengaku pendapatannya sejak diberlakukan PPKM Level 4 menurun drastis. 

“Terlebih untuk merawat inap istrinya ke RS atau membeli obat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Terlebih lagi istri saya sakit,bahkan harus merawat kedua anak,” keluhnya

Dengan begitu, ia beberkan awal sakitnya Ngati. Saat itu, menurut dia sedang mengalami sakit anemia atau hipotensi. 

“Setelah berobat ke dokter kemudian diberi obat. Usai mengkonsumsi obat hingga habis, muncul lah bercak-bercak di wajah berwarna merah hampir di sekujur tubuhnya,” jelasnya.

Setelah itu, jelas dia, karena tak punya uang untuk membeli obat, jadi harus meminjam uang kepada tetangga dan saudaranya.

Meski begitu, ia mengaku bahwa istrinya tidak terpapar covid. Alasannya, pada saat dibawa kerumah sakit (RS) saat di swab antigen hasilnya negatif. Dengan demikian istrinya dirawat sendiri di rumah.

“Karena kami tak mampu membayar ongkos biaya rawat inap. Dengan terpaksa saya rawat sendiri di rumah,” timpalnya. (Gus)