Kapolresta Janji Suport PWI Malang Raya Gelar UKW

18 September 2021 - 15:58 WIB
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat membuka UKW yang digelar PWI Malang Raya

MALANG (SurabayaPost.id) – Kapolres Malang, AKBP Budi Hermanto SIK berjanji siap mensuport PWI Malang Raya untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Desember 2021 mendatang.  Janji tersebut disampaikan saat membuka UKW yang digelar PWI Malang Raya di Kampus IBU Malang, Sabtu (18/9/2011). 

“Demi meningkatkan kompetensi wartawan memang harus ada UKW. Kami siap mendukung dan bekerja sama jika  PWI Malang Raya akan menggelar UKW pada Desember 2021 nanti,” kata Budi Harmanto. 

Untuk itu dia mengingatkan bahwa mengikuti UKW diyakini tidak.mudah. Makanya, dia berharap agar Wartawan yang hendak mengikuti UKW menyiapkan bekal yang cukup. 

Menurut dia, bekal itu harus dilakukan dengan banyak membaca dan  menggali informasi. Selain itu, ia juga membuka diri menjadi salah satu jejaring narasumber yang harus dihubungi ketika ujian. 

Diakui, profesi jurnalis merupakan  partner kerja.  Selain itu kata dia  juga berfungsi sebagai pengontrol kinerja Kepolisian, khususnya di Polresta Malang.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto berdialog dengan pengurus PWI Jatim usai.membuka UKW yang digelar PWI Malang Raya

“Menilik begitu pentingnya peran wartawan, maka jika diijinkan, bersama PWI Malang Raya, kita akan menggelar UKW Desember mendatang,” ungkap Budi Hermanto.

UKW nanti merupakan sinergitas tiga unsur sekaligus, yakni Kepolisian, PWI dan akademis. Ini juga sebagai penghormatan untuk jurnalis, dan sebagai apresiasi jalinan hubungan yang sangat baik dengan Polresta Malang. 

Buher – sapaan akrab AKBP Budi Hermanto, melanjutkan, fungsi wartawan sebagai pengontrol lembaga negara. Termasuk dirinya yang bertugas membina anggota kepolisian dan pelayan masyarakat dalam sisi keamanan, perlu pula dikontrol. 

“Apa yang kami lakukan sudah sesuaikah dengan tupoksi Polri dalam UU No 2 tahun 2002,” ujar Kapolres yang dikenal humanis ini.

Dalam kesempatan ini, Buher hadir sekaligus membuka acara UKW yang diselenggarakan PWI Malang Raya. 

Mewakili Ketua PWI Pusat, Joko Tetuko menjelaskan, bahwa UKW ini merupakan angkatan ke 546. Dari sejumlah ujian tersebut, tercatat 13.932 wartawan yang telah lulus kompeten. Di Jatim sendiri telah menggelar 33 kali ujian, dengan jumlah 1.310 jurnalis yang telah kompeten. 

“Pesan dari Ketua PWI Pusat, dalam UKW ini diujikan mengenai kesadaran, ketrampilan, keilmuan yang harus benar-benar kompeten dengan pengetahuan yang terus diasah,” ujarnya.

Joko Tetuko, menegaskan pula, jangan sampai lantaran kesadaran yang kurang, dan kompetensi yang minim mengakibatkan kerugian bagi narasumber. 

Tak bisa dipungkiri, wartawan sampai detik ini menjadi salah satu pilar demokrasi. Pasalnya, lewat kerja kulih tinta ini, terus menyuarakan kebenaran di kehidupan berbangsa.

“Dua tahun sudah kita melewati pandemi. Namun bagian anak bangsa yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah turun ke jalan, berita positif masih membanjiri komunika media. Itu semua berkat kerja wartawan,” 

Joko Tetuko berharap, apa yang selama ini dikerjakan oleh para awak media ini dapat menjadi sumbangsi wartawan dalam membangun negara, bangsa, serta agama.

“Menurut Ketua PWI Pusat, PWI Malang Raya ini selalu menjadi rujukan nasional. Terutama dalam hal giat Safari Jurnalistiknya, ataupun penelitian,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, dalam periode kepengerusannya ia akan terus berikhtiar menggelar UKW. Termasuk ujian kali ini dan rencana Desember nanti. Menurutnya, kemungkinan baru pertama di Indonesia, Polri dalam hal ini Kapolres Malang bersama pihaknya menggelar UKW.

“Saya mohon maaf jika ada yang kurang dalam menyediakan fasilitas ujian. Dengan anggaran yang terbatas, saya berupaya menyediakan konsunsumsi, dengan harapan, peserta tinggal konsentrasi ujian,” ungkap Ketua PWI Malang Raya ini.

Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim juga menambahkan, ia sepenuhnya mengapresiasi pengurus PWI Malang raya yang getol menggelar UKW. Pasalnya saat ini pasar yang yang menentukan hidup mati media dan wartawan, maka jurnalis perlu rajin membaca. Tidak hanya membaca buku, tapi juga jeli membaca situasi. (Lil)