Layanan Transportasi JTranS Segera Launching, Ini Kelebihannya

21 September 2018 - 19:27 WIB
Moch. Efendi menunjukkan konsep JTranS
Moch. Efendi menunjukkan konsep JTranS

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Sistem transportasi berbasis aplikasi yang belum mampu mengakomodir “wong cilik” mengetuk hati Moch. Efendi untuk membuat terobosan baru agar masyarakat bawah ikut bersaing dengan sistem transportasi yang ada saat ini.

Lalu muncullah ide untuk mendirikan JTranS, yakni penyedia layanan transportasi online berbasis aplikasi, kurir, hingga layanan jual beli produk UMKM.

Ditemui di sela kesibukannya sebagai pimpinan media online, Efendi membeberkan sekilas tentang konsep JTranS kepada SurabayaPost.id. Pria yang maju caleg Dapil Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) ini menjelaskan, JTranS ialah layanan transportasi yang dikembangkan oleh anak bangsa, asli Jawa Timur.

Ide itu tercetus saat melihat beberapa masyarakat kecil yang mengandalkan kehidupannya dengan menarik becak, dokar, atau transportasi lainnya yang mulai tersisihkan oleh kehadiran aplikasi transportasi asing yang mulai merambah ke beberapa wilayah di Jawa Timur.

Saat itulah, hatinya terketuk untuk berbuat sesuatu supaya transportasi itu bertahan dan tetap berdampingan dengan transportasi modern yang sudah ada.

“Lalu, saya bersama 4 orang rekan mendirikan JTranS. Selain menggunakan layanan kendaraan roda 2 (motor) dan kendaraan roda 4 (mobil), kami juga mengakomodir becak dan dokar. Mengenai mekanismenya, tunggu nanti setelah JTranS launching,” ujar Efendi, yang juga jadi Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Jawa Timur ini.

Untuk tarif, Efendi menegaskan bahwa tarif yang dikenakan cukup kompetitif, dan akan menguntungkan driver atau becak tanpa merugikan pengguna (user).

Cakupan wilayahnya tidak hanya di kota-kota di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang disasar. Efendi bilang, JTranS akan hadir sampai ke desa-desa.

“Transportasi di desa sekarang susah. Makanya, Kehadiran JTranS diharapkan jadi solusi untuk memudahkan layanan transportasi di desa menuju kota atau sebaliknya. Misalkan di Madura, disana ada dokar. Transportasi tradisional tersebut bisa berkolaborasi dengan JTranS,” jelas Efendi.

Disamping layanan transportasi, JTranS juga menyediakan layanan JTranS food dengan menggandeng beberapa tenant, juga kurir kilat, serta mempromosikan produk UMKM.

“Kami punya ribuan mitra UMKM yang sudah menyatakan siap bergabung. Dengan ini bisa membantu program Pemerintah dalam memasarkan produk UMKM,” kata Efendi.

Lalu kapan launching? Disinggung demikian, Efendi bilang bahwa JTranS sekarang ini masih dalam tahap penyempurnaan aplikasi. Jika tidak berhalangan, JTranS akan diluncurkan pada November mendatang.

“Tepatnya pada 10 November 2018 atau bertepatan dengan Hari Pahlawan. Dan sekarang sudah siap termasuk badan usaha berbentuk koperasi, hanya kurang beberapa lagi melengkapi kekurangan di aplikasi,” ujar Efendi. (Jun)