Mahasiswa Asing IBU Warnai Wajah Indonesia di FBFS Kampung Celaket 

2 October 2019 - 21:17 WIB
Mahasiswa Asing IKIP Budi Utomo (IBU) Malang saat tampil di Festival Budaya Kampung Celaket dan fashion Show

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Mahasiswa asing IKIP Budi Utomo (IBU) Malang mewarnai Festival Budaya dan Fashion Show di Kampung Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (02/10/2019). Makanya FBFS itu tak hanya meriah, namun juga menampilkan wajah Indonesia. 

Beragam corak baju dan kain batik ditampilkan dengan Fashion Show yang dibawakan masyarakat sekitar dan para mahasiswa asing IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Bahkan, dibagikan juga tumpeng yang berisi ratusan kain batik, dibagi kepada masyarakat yang hadir di lokasi.

“Ini bertepatan dengan peringatan hari batik Nasional. Karena itu, kami tampilkan fashion show dengan menggunakan baju batik yang diperankan para model,” tutur Hanan Jalil, pemilik dari Batik Tulis Celaket (BTC) di sela sela acara. 

David mahasiswa IBU asal Canada

Menurutnya, kalau di tempat lain mungkin bisa dikenal dengan sedekah bumi. Untuk itu, dengan membagi bagikan kain batik karya sendiri, merupakan bagian dari rasa syukur atas segala nikmat yang diterima.

“Ada sekitar 500 potong kain batik karya masyarakat dengan berbagai corak dan warna. Keberagaman karya batik, merupakan aset yang  dimiliki, dan dikembalikan ke warga masyarakat,” lanjutnya.

Selain Fashion Show, ditampilkan tari tarian yang melambangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak ketinggalan, tarian dengan kostum dari kawasan Papua. Menurut Hanan, Indonesia kaya akan keberagaman. Karena itu, perlu dilestarikan dan tetap dijaga keberadaanya.

Hagar Al Ibrahim mahasiswa IBU asal Mesir

“Saat ini, kondisi Indonesia, sedang dilanda duka.Karena itu, wajah Indonesia kami tampilkan di kampung celaket,” pungkas Hanan.

Ia berharap, pemerintah tidak hanya mensupport pengusaha besar. Namun pengusaha kecil dengan karya batik juga perlu didukung dan dibantu.

Foto ketiga Aziza Akbari mahasiswa IBU dari Afghanistan

Sementara itu, Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko yang ikut hadir dalam acara tersebut, mengaku membawa sekitar 26 mahasiswa asing. Mereka dihadirkan untuk turut memberikan hiburan dan menampilkan beragam kain batik yang telah diakui dunia, lewat Unesco.

” 26 mahasiswa mancanegara dari 16 negara yang belajar di IBU tahun akademik 2019/2020 ini, hari ini diperkenalkan dengan berbagai macam motif batik khas Malang. Mereka sangat antusias dan senang mengikuti acara,” tutur Rektor IBU yang akrab disapa Yai tersebut.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko ( berkaca mata dan kopiah hitam) saat menyaksikan FBFS di Kampung Celaket.

Di tempat terpisah, David mahasiswa IBU asal Kanada merasa kagum dengan ragam budaya Indonesia. Ia pun mengaku senang belajar di IKIP Budi Utomo. Terlebih lagi kala ia bersama mahasiswa asing lainnya turut ambil bagian dalam Pentas Budaya Kampung Celaket dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

“Kami suka batik, karena unik. Ini adalah kerajinan yang butuh kesabaran, karena Anda harus duduk sabar menggambar pola-pola” Jelas David asal Canada.

“Saya tidak tahu macam-macam dan jenis-jenis batik. Tapi saya suka batik (khas Malang ini). Saya suka motif bunga-bunga,”  ucap David bersama Haliza Lim Asa asal Cambodia. (lil)