Memasuki Hari Kedelapan, Pendaftar Calon Ketua KONI Kota Malang Sepi Peminat

23 January 2023 - 13:16 WIB
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Malang hingga saat ini masih menunggu pendaftar Bakal Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang. (istimewa)
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Malang hingga saat ini masih menunggu pendaftar Bakal Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang. (istimewa)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Memasuki hari kedelapan sejak dibukanya pendaftaran bakal calon Ketua KONI Kota Malang, masih sepi peminat, Senin (23/01/2023).

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Malang hingga saat ini masih menunggu pendaftar Bakal Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang.

Meski bertepatan dengan hari libur, Tim TPP KONI Kota Malang dengan setia menunggu pendaftar Ketua Umum KONI Kota Malang.

Ketua TPP KONI Kota Malang, Danny Agung Prasetyo mengatakan, pendaftaran yang dibuka sejak Senin tanggal 16 Januari 2023 lalu, hingga saat ini pukul 13.04 WIB masih sepi peminatnya.

“Sampai saat ini pukul 11.11 WIB belum ada yang mendaftar, kami tetap menunggu,” ucapnya, saat ditemui awak media di Kantor KONI Kota Malang, Senin (23/01/2023).

Beberapa awak media sejak pagi telah menunggu pendaftar calon Ketua KONI
Beberapa awak media sejak pagi telah menunggu pendaftar calon Ketua KONI

Menurut Danny, berdasarkan informasi yang telah masuk di TPP Musorkot LUB KONI Kota Malang, ada dua orang yang akan mendaftar.

“Hari ini (Senin 23/01/2023) dikabarkan ada dua orang yang akan mendaftar, yakni Djoni Sudjatmoko dan pak Edy Wahyono,” jelasnya

Dirinya menjelaskan, dua orang itu dikabarkan bakal mendaftar di hari ini dan TPP akan menunggu.

“Kabarnya akan mendaftar hari ini, pak Djoni kabarnya mendaftar siang ini, begitu juga pak Edy,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelum terbentuknya caretaker KONI Kota Malang, terdapat lima orang yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Kota Malang pada musyawarah olahraga kota (musorkot) beberapa waktu lalu.

Kelima orang tersebut, yakni Eddy Wahyono, Djoni Sudjatmoko, Yesta Ndaru Abadi, R Purwono Tjokro Darsono, dan Nurcholis Sunuyeko. (*)