Mengenal Indeks Saham Utama Dalam Pasar Saham Global

23 September 2021 - 14:51 WIB
Indeks Saham

JAKARTA (SurabayaPost.id) – Indeks saham adalah ukuran statistik yang merangkum perubahan harga saham kelompok tertentu. Kelompok ini bisa kelompok perusahaan yang beroperasi di industri tertentu atau perusahaan yang telah mencapai titik bisnis tertentu.

Indeks saham merupakan komponen penting dalam pasar modal. Sebab, dengan adanya indeks saham investor dapat memperkirakan pengaruh sentimen terhadap harga pasar saham secara keseluruhan atau parsial dengan cepat.

Bursa Efek Indonesia memiliki Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merangkum perubahan harga seluruh saham yang ada di BEI. Namun, IHSG bukan merupakan salah satu indeks saham utama di pasar saham global.

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya pasar saham global saat ini masih dipimpin oleh pasar saham Amerika Serikat. Maklum saja, ekonomi Amerika Serikat adalah ekonomi paling kuat di dunia karena didukung sumber daya manusia, alam dan teknologi sekaligus dan bursa efek negeri Paman Sam ini sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Oleh karena itu, tidak heran jika indeks saham utama di pasar saham global juga didominasi oleh indeks saham yang ada di bursa saham Amerika Serikat. Sebut saja indeks Dow Jones, Nasdaq dan indeks saham S&P 500. Anda bisa mencari tahu seputar saham S&P 500 di Pluang. Agar lebih jelas, mari kita bahas ketiga indeks utama ini satu per satu.

Indeks Saham S&P 500

Indeks S&P 500 adalah indeks yang merangkum data pergerakan harga 500 perusahaan terbesar di pasar modal Amerika Serikat. Adapun kriteria perusahaan terbesar ini adalah:

  • Nilai kapitalisasi pasar (harga saham dikali jumlah saham yang beredar) perusahaan tersebut minimal 3,7 milyar USD.
  • Berbasis di Amerika Serikat.
  • Memiliki saham yang diperdagangkan di pasar modal negara Paman Sam tersebut.
  • Melaporkan keuntungan atau laba pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan kriteria ini, maka perusahaan yang berhasil masuk ke indeks saham S&P 500 hanyalah perusahaan-perusahaan terkemuka. Pada periode 31 Januari 2020, 10 anggota terbesar dari indeks ini adalah Microsoft, Apple, Amazon, Facebook, Google, JPMorgan, Johnson & Johnson, perusahaan kartu kredit Visa dan perusahaan keuangan Berkshire Hathaway Inc.

Investasi di indeks saham S&P 500 dapat berarti Anda secara tidak langsung berinvestasi di perusahaan-perusahaan blue chip di atas.

Dow Jones Industrial Average

Dow Jones Industrial Average (DJIA) atau yang sering disebut juga dengan the Dow 30, adalah indeks yang merangkum pergerakan harga 30 perusahaan industri besar di Amerika Serikat. Indeks ini dikembangkan oleh Charles Dow dan Edward Jones pada tahun 1896.

Karena indeks ini seringkali merepresentasikan kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan, indeks Dow Jones menjadi salah satu indeks yang paling sering dilihat di dunia. Ketika nilai indeks ini jatuh pada tahun 1929 misalnya, masyarakat segera tahu kalau ekonomi Amerika Serikat segera masuk ke dalam masa yang saat ini dikenal sebagai “the Great Depression”.

Daftar perusahaan yang menjadi anggota indeks ini sering berganti-ganti. Berikut ini daftar perusahaan anggota DJIA sejak Agustus 2020:

  1. 3M.
  2. American Express.
  3. Amgen.
  4. Apple Inc.
  5. Boeing.
  6. Caterpillar.
  7. Chevron.
  8. Cisco Systems.
  9. The Coca Cola Company.
  10. The Dow Inc.
  11. Goldman Sachs.
  12. The Home Depot.
  13. Honeywell.
  14. IBM.
  15. Intel.
  16. Johnson & Johnson.
  17. JP Morgan Chase.
  18. McDonald’s.
  19. Merck & Co.
  20. Microsoft.
  21. Nike.
  22. P&G.
  23. Salesforce.
  24. The Travelers Companies.
  25. United Health Group.
  26. Verizon.
  27. Visa.
  28. Walmart.
  29. Walgreen Boots Alliance.
  30. The Walt Disney Company.

Nasdaq Composite

National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ) adalah indeks yang merangkum data perubahan harga dari 3000+ saham yang ada di Nasdaq  Exchange. Indeks dan bursa (exchange) ini mulai beroperasi sejak tahun 1971.

Berbeda dengan indeks saham S&P 500, untuk listing di Nasdaq Composite, sebuah perusahaan tidak harus berkantor pusat di Amerika Serikat. Saham sebuah perusahaan bisa masuk ke dalam indeks ini asalkan sudah listing di bursa saham Nasdaq dan termasuk jenis saham atau sekuritas berikut:

  1. American Depository Receipts.
  2. Common Stock aka Saham Biasa.
  3. Surat kepemilikan atas Limited Partnership (Limited Partnership Interest).
  4. Real Estate Investment Trust.
  5. Share of Beneficial Interest.
  6. Tracking Stocks.

Contoh anggota (konstituen) indeks ini adalah Apple, Microsoft, Amazon, Alphabet, Tesla dan Facebook.