Padamkan TPA Supiturang, Teknik Injeksi Diharapkan Jadi Solusi 

21 October 2019 - 22:17 WIB
Wali Kota Sutiaji menunjuk kepulan asap yang keluar dari TPA Supiturang.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Tempat Pembuangan Akhir  (TPA) Supiturang terbakar sejak dua hari lalu. Kebakaran tersebut ditinjau langsung Wali Kota Malang Sutiaji, Senin  (21/10/2019). 

Kala itu Wali Kota Sutiaji didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto dan Kepala Perangkat Daerah. Mereka ikut  meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Supiturang. 

Beberapa titik kebakaran masih nampak mengepulkan asap. Padahal dari luar  tidak tampak kobaran api.

Walikota Sutiaji langsung mengambil beberapa langkah dan menginstruksikan kepada OPD terkait seperti DLH, Satpol PP, BPBD, DPU, Disperkim, Dinsos, dan Dinkes untuk terus berupaya memadamkan api serta menangani masyarakat yang terkena dampak khususnya dari segi kesehatan.

Ia mengatakan bahwa bahwa dengan melihat cuaca kemarau panjang dan angin yang cenderung kencang berpotensi untuk menyebarkan bara api ke titik lainnya. “Hal ini musibah yang harus kita atasi sesegera mungkin; dan ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama” ujarnya.

Tiap tahun musibah ini cenderung akan terus terjadi, lanjut Sutiaji, tentu bukan karena kesengajaan namun karena kemarau panjang yang cukup panas sehingga memicu gas metan untuk terbakar.

“Saat ini kami berupaya untuk melakukan injeksi pendinginan ke dalam timbunan sampah agar air bisa masuk sampai ke titik api; hal ini merupakan salah satu inovasi dari Damkar Kota Malang karena memang baru kami yang memilikinya” katanya.

Hanya saja, tambahnya saat ini kami baru memiliki 2 alat injeksi dan saat ini akan kami tambahkah 5 alat lagi untuk memadamkan bara api yang ada; karena sebetulnya dibutuhkan 7 alat injeksi yang akan di pasang per 200 meter di lokasi kebakaran.

“Nantinya air yang masuk ke alat injeksi akan terus di alirkan tanpa henti sampai bara api yang ada di dalam benar-benar padam; jadi selain penyiraman air dari atas kami juga akan melakukan pemadaman api di dalam tumpukan sampah menggunakan alat injeksi” tegasnya. (lil)