Pembangunan SMPN VII Dadaprejo, Tahap Pertama Dianggarkan Rp 6 Miliar

27 October 2021 - 21:58 WIB
Bangun Yulianto

BATU (SurabayaPost.id) – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( DPKP) Kota Batu Bangun Yulianto, Rabu  (27/10/2021) membeberkan besaran anggaran pembangunan Sekolah SMP VII. Menurut dia untuk  tahap awal tahun 2022,  dianggarkan Rp 6 miliar.

Penanganan sekolah iyu  diatas lahan Pemkot Batu. Itu  terletak di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Rencana pembangunan SMP VII 

Dadaprejo, sudah masuk di anggaran. Untuk perencanaan sudah berjalan berlokasi di Dadaprejo, berada di lahan Pemkot Batu, luasnya sekitar 5000 meter persegi,” kata Bangun sapaan akrabnya ini.

Karena sudah direncanakan disana dan menurutnya juga sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Batu.

“Rencana awal tahun 2022 nanti, pembangunan tahap satu sudah rampung dua kelas dulu.Kemudian bisa pararel berikutnya nambah lagi sesuai dengan kondisi,” paparnya.

Itu, papar dia, dua kelas dulu,  Detail Engineering Design ( DED) pembangunan SMP VII, nanti akan didesain semuanya.

” Mulai dari kantor ruang guru, ruang belajar, laboratorium, mushola dan lapangan basket, serta lapangan upacara, kantin, taman, itu semua sudah kita desain.Nanti diarahkan tahun depan bisa dimulai pembangunan tahap pertama,” jelasnya.

Terkait pembangunan tersebut, jelas dia, anggarannya bersumber dari APBD Kota Batu, Tahun 2022 sudah di plot,dan sudah dimasukkan pembangunan tahap pertama.

“Karena ini ada berapa ruang,  jadi kita prioritaskan yang sekiranya sangat diperlukan untuk tahap pertama sudah bisa menampung siswa.Anggaran 2021 ini, DED nya diharap bulan Desember selesai  dan 2022 sudah kita poskan anggarannya sudah diusulkan, dengan besaran Rp 6 miliar, untuk membangun fasilitas – fasilitas utama,” terangnya.

Yang jelas, terang dia, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, terkait Ruang Guru, TU, Ruang Belajar dan Laboratorium itu yang pertama. Karena itu wajib dan yang lapangan untuk basket itu tahap berikutnya.

“Untuk rencana di DED ada sejumlah 12 ruang kelas. Jadi satu level sejumlah 4 kelas dan 4 kelas dan bangunanannya bertahap. Dari anggarsn Rp 6 miliar  itu, untuk pembangunan tahap pertama ,dan nanti kita anggarkan lagi,” tegasnya.

Kemudian, tegas dia, untuk sarana pelengkap termasuk Mushola, dan lapangan serta beberapa lainnya itu menyusul, dan dikonsep dengan bangunan yang enak, yang sekiranya siswa bisa nyaman.

“Dengan penataan – penataan yang sekiranya siswa bisa berinteraksi,  juga bisa berolahraga satu lingkungan disitu. Kami dari Dinas Perumahan berharap semua perencanaan bisa berjalan dengan lancar sehingga tahun 2022 fisik sudah mulai bisa terbangun dengan baik,” harapnya.

Untuk tahun berikutnya diharap  sudah bisa digunakan oleh Dinas Pendidikan.Targetnya 2023 sudah bisa dioperasionalkan.

” Disana sudah disetting semua untuk kebutuhan air, sarana dan prasarana parkir serta beberapa lainnya sudah sesuai dengan  kondisi semua. Aktivitas belajar di sana nanti bisa menjadi nyaman dan tidak kalah dengan sekolah – sekolah yang sudah ada,” timpalnya. (Gus)