Pemkot Dinilai Tak Serius Merelokasi Pedagang Pasar Batu

Damir saat di Pasar Buah Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Relokasi ribuan pedagang Pasar Batu dinilai  tak jelas jeluntrungannya. Makanya,  Suparno, alias Damir, pedagang buah Jumat  (10/12/2021) mengaku kecewa dan menganggap Pemerintah Kota Batu, melalui dinas terkait tak serius merelokasi pedagang.

“Intinya saya selaku pedagang menganggap pemerintah batu tidak serius untuk melakukan pembangunan Pasar Besar Batu,” kata Damir.

Meski diketaui pemerintah tengah  menyediakan tempat reloksi untuk ribuan pedagang diseputaran Stadiom Berantas, Kota Batu.

“Tapi dinas terkait belum pernah memberi keputusan atau membuat keputusan yang disampaikan kepada masyarakat pedagang pasar,” ungkapnya.Misalnya, ungkap dia, bulan ini pindah, dan memberi himbauan yang tepat waktu dan

tegas.

“Kalau memang benar – benar mau dibangun pasar tersebut.Segera ada himbauan yang pasti.Sehingga pedagang ada kesiapan, dan jangan hanya sebatas himbauan – himbauan mau dipindah tapi tak jelas dan waktunya,” ujarnya.

Dengan demikian, ujar dia, pedagang banyak yang gelisah, dan tidak serius juga berjualan khawatirnya kalau sewaktu – waktu ada himbuaan relokasi mendadak.Perlu diketaui, menurut Damir, dirinya berjualan dipasar buah Kota Batu, sekitar 30 tahun.

“Kami warga Kelurahan Temas, Dusun Glonghong Kota Batu.Kami tidak hanya sebatas mengeluh, tapi tidak puas dengan kinerja dinas terkait yang selama ini tidak tegas,” paparnya.

Karena, kata dia, sampai detik ini, dinas terkait belum memberi penjelasan kapan relokasinya 

para pedagang. 

“Karena jadwal relokasi tidak bisa kalau dengan cara mendadak.Karena semua itu butuh persiapan, apalagi melibatkan ribuan pedagang.Ribuan itu semua manusia, dan jangan disamakan seperti memindah burung, dari sangkar A kesangkar B,” sindir Damir. Olehkarena itu, dinas harus segera bersikap dan umumkan kepada pedagang kepastian relokasinya.

“Kapan, hari apa, mingu, atau bulan berapa itu harus jelas.Karena ini berkaitan hajad hidup orang banyak, mereka berdagang mengais rezeki untuk keluarga ,” timpal Damir yang diamini pedagang lainnya. (Gus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.