Pemkot Malang Kuatkan Testing Tracing Via Pengendalian Tingkat Mikro

21 July 2021 - 22:24 WIB
Wali Kota Sutiaji saat teleconference dengan Wapres membahas soal penanganan Covid-19

MALANG (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang didaulat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memaparkan progres pelaksanaan penanganan Covid-19 di masa PPKM Darurat yang kini telah berganti menjadi PPKM level IV. 

Paparan disampaikan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada giat rapat koordinasi nasional penanganan Covid-19  zona Jawa Timur yang dilakukan secara daring (21/7/2021).

Paparan disampaikan Wali Kota Sutiaji usai sesi pematerian dari Menteri Kesehatan, Menteri Koperasi dan UMKM, Kepala BNPB serta Gubernur Jawa Timur. 

Ada tiga Kepala Daerah yang diminta memberi paparan. Di antaranya, Wali Kota Malang, Wali Kota Surabaya dan Bupati Madiun.

Secara khusus, Sutiaji kepada Wapres menyampaikan aspirasi dan usulan agar tidak perlu ada lagi pola PPKM Darurat. Dia menekankan pentingnya pengendalian dari tingkat mikro. 

“Pengendalian harus mulai dan dikuatkan di level kampung atau RT/RW. Ini sejalan dengan spirit dari strategi tracing dan testing. Kendali sejak di titik awal,” kata dia.

Wali Kota Sutiaji mengusulkan penguatan PPKM mikro

Bertepatan, lanjut dia,  Kota Malang punya pengalaman empirik yang bisa dikatakan berhasil. Yakni saat kasus covid di jalan Binor Bunulrejo dan juga di kampung Mergosono. 

Saat itu, kata dia, bisa segera terlokalisir dan partisipasi warga dalam pemantauan hingga pendampingan kepada warga yang isoman juga berjalan baik. Komunikasi antara Puskesmas dengan warga di titik tersebut juga sangat konstruktif karena terfokus.

Begitu pola pendekatan meluas, menurut dia,  justru seakan kehilangan sasaran pokok. “Makanya Kota Malang usulkan PPKM Mikro untuk lebih diseriusi dan dijadikan pola secara nasional,” kata dia.

Letjen TNI Ganip Warsito, Kepala BNPB, merespon dan mengapresiasi usulan dari Wali Kota Malang tersebut. Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan yang harus dilakukan dan diutamakan adalah testing dan tracing secara masive. 

“Lakukan dengan strategi yang tepat yakni testing kepada semua suspek, kontak erat dan lokalisir (karantina). Testing ke orang orang tidak bergejala dan bukan kontak erat bukanlah prioritas dari strategi testing,” tegas dan pesan Menkes RI. 

Apa yang ditekankan Menkes Budi, sejalan dengan desain dari pendekatan PPKM Mikro yang ditekankan Wali Kota Malang. “Begitu kita bisa melakukan pengendalian pada tingkat mikro, secara otomatis maka strategi testing dan tracing akan lebih terpola,” tanggap Sutiaji. 

Karena itu Wali Kota penggemar kuliner pedas ini, sangat berharap PPKM Mikro mampu dijalankan efektif. Terutama selama masa transisi dari PPKM Darurat menjadi PPKM Level IV. (Lil)