Peringati HPN dan Program Nawakarsa, Bupati Gus Yani dan PWI Gresik Tanam 250 Pohon Tabebuya

GRESIK (SurabayaPost.id)–Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) melakukan penanaman 250 Pohon Tabebuya di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. Kegiatan ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kegiatan bertajuk Menanam Pohon Merawat Kehidupan ini, juga merupakan rangkaian dalam rangka Hari Pers Nasional 2023 serta HUT PWI ke-77 yang juga sekaligus program Nawakarsa Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah, yakni Gresik Lestari.

Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani dikenal, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup serta kualitas mutu udara, terutama di Kabupaten Gresik yang dijuluki sebagai Kota Industri.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara PWI dan Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Dinas Lingkungan Hidup lewat kegiatan ini bisa terus berkelanjutan. Sehingga kedepan bisa menjadi gerakan yang massal. Ini sesuai dengan tagline HUT Gresik yakni “kolaborasi dalam pelayanan”,” ungkap Gus Yani.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani mengungkapkan bahwa saat ini dirinya memberikan tugas kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru dilantik untuk membawa kembali Piala Adipura ke Kabupaten Gresik pada tahun depan.

“Ada salah satu variabel yang kita penuhi. Yakni penanganan sampah. Tahun ini, kita akan fokus menata terkait penanganan sampah,” ujarnya

Kata Gus Yani, saat ini Pemerintah Kabupaten Gresik masih berproses merampungkan TPA Belahan Rejo, Kedamean yang direncanakan rampung di akhir tahun.

Ditambahkan , disamping permasalahan sampah, penghijauan juga merupakan suatu isu yang juga harus masifkan kepada masyarakat.

“Ayo nandur walaupun besok kiamat. Yang penting kita menanam dulu, karena nanti pasti akan kita petik manfaatnya. Saya juga sudah memulai, dengan membeli pohon bahkan dengan biaya pribadi untuk bisa ditanam di median-median jalan,” pungkasnya.

Senada dengan Gus Yani, Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan mengatakan bahwa gerakan ini bertujuan menjaga lingkungan Gresik sebagai kota industri. Meskipun kecil, tetapi diharapkan mampu menginspirasi dan memberikan dampak positif. 

“Dari yan saya baca, satu pohon mampu mengkonversi Karbon Dioksida menjadi 1,2 kilogram Oksigen. Artinya satu pohon bisa menghidupi dua orang. Kalau saat ini kita tanam 250 pohon, kita bisa membantu 500 manusia. Jika ini menjadi gerakan yang masif, tentu dampaknya akan sangat luar biasa,” katanya. 

Rencananya, 250 Pohon Tabebuya ini akan ditanam di sejumlah titik di Kecamatan Duduksampeyan. Salah satunya, di jalan yang terkena dampak pelebaran jalan. Dimana, banyak pohon ditebang untuk proyek tersebut.

Tampak hadir pula dalam kegiatan ini, Kepala DPRD Gresik Abdul Qodir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah, Asisten I Setda Kabupaten Gresik Sutoyo, Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi bersama Muspika, jajaran kepala desa se-Kecamatan Duduksampeyan dan perwakilan dari perusahaan.

Baca Juga:

  • AKD Gresik Bubar, PKDI Pusat Bisa Kendalikan Kades se Indonesia
  • Bersama Himbara, Jiddan Bagikan 15.000 Bingkisan Lebaran
  • Ngalap Berkah Leluhur, Gresik Konsisten Gelar Malam Slawe
  • Teori Prabowonomics Sampai Hari Ini Masih Artifisial
  • Dinsos Pemkab Gresik Dampingi Kasus Curanmor yang Melibatkan Anak SD
  • Kantor Tempo di Teror Parcel Cingur Babi
  • Anak SD di Gresik Diduga Curi Sepeda Motor
  • Diduga Belum Kantongi KKPRL, PT SMIP Pagari Laut Dengan Beton Simpan Kayu Terapung
  • Dinding Mengelupas, DLH Perbaiki Tugu Perbatasan Gresik-Surabaya
  • Prabowo Resmikan Pabrik Pemurnian Logam Mulia Milik PTFI di Gresik
  • Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.