Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR Training Petani Durian Wonosalam

30 August 2020 - 14:30 WIB

JOMBANG (SurabayaPost.id)–Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR Training Petani Durian Wonosalam menggelar pelatihan dan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk hayati, di Kebun Riset DeDurian Park,Wonosalam, Jombang, Minggu (30/8).

” Inilah bentuk nyata peran Perguruan Tinggi kepada masyarakat. Para ahli dan mahasiswa untuk langsung terlibat dalam kegiatan petani durian Wonosalam Jombang, ” tegas Dr Ni’matuszahroh, dari UNAIR.

Lebih lanjut ditegaskan, UNAIR memulai kerjasama ini untuk janga panjang. Apalagi ada program mahasiswa akan langsung praktik ditengah masyarakat saat merdeka diterapkan nantinya.

Sementara itu, Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park menyambut hangat acara sosiolasi dan pelatihan ini.

” DeDurian Park adalah kebun Riset dan Edukasi menyambut hangat kehadiran UNAIR ikut mengembangkan pertanian durian di Wonosalam. Sinergi ilmuwan dan praktisi adalah langkah yang wajib dilakukan.”

Acara ini tambah Yusron adalah semoga menjadi satu pintu masuk pengembangan tanaman durian Wonosalam.

“Menjadikan Wonosalam sebagai pusat Durian Nasional mari kita mulai langkah hari ini, 4 hingga 6 tahun kedepan akan kita petik hasilnya.”

Sementara Wabup Jombang Sumrambah yang hadir di acara ini, menyambut hangat kerjasama Unair, DeDurian Park dan masyarakat Wonosalam.

” Ini sinergi nyata perguruan tinggi dengan masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan terima kasih. Semoga kerjasama ini berkelanjutan.”

Dr Agus Supriyanto, Narasumber utama mengajak petani durian teliti dan tekun menerapkan pupuk berbasis Mikroba.

Bahkan Dr Agus secara detail menjelaskan pupuk cair karyanya ini, secara rinci, dengan harapan agar pupuk ini menghasilkan buah yang tekture, warna dan aroma yang kuat untuk durian wonosalam.

Dalam dialog 25 peserta yang merupakan petani durian Wonosalam. Tampak beberapa tokoh durian Wonosalam ikut hadir dan antusias bertanya. Bahkan dilanjutkan praktik meramu pupuk cair (ira)