Rektor UMM: Mengukuhkan Semangat Kebhinekaan Menuju Indonesia Berkemajuan

6 April 2019 - 21:29 WIB
Rektor UMM Dr Fauzan MPd memberikan cenderamata pada Wapres HM Jusuf Kalla

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wapres RI, HM Jusuf Kalla meresmikan pembukaan Festival Kebangsaan II di kampus Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM), Sabtu (6/4/2019).

Menurut Rektor UMM Malang, Dr Fauzan MPd, Festival Kebangsaan II kali ini  bertajuk “Mengukuhkan Semangat Kebhinekaan menuju Indonesia Berkemajuan”. “ini diadakan dalam rangka peresmian infrastruktur baru yang dibangun UMM,” jelas dia.

Di antara infrastruktur yang baru dibangun itu disebutkan  seperti Gedung Kuliah Bersama, Hotel Pendidikan Kapal Garden. Selain itu, Jembatan, dan Rumah Susun Mahasiswa di lingkungan Rumah Sakit UMM.

Wapres JK saat meninjau hasil riset mahasiswa UMM berupa mobil listrik

“Khusus Rusunawa kita bangun dengan kapasitas hampir 100 kamar. Itu merupakan  toleransi kelima yang dimiliki UMM,” kata dia bangga.

Makanya, terang dia, untuk peresmian seluruh infrastruktur itu mengundang Wapres HM Jusuf Kalla.

Dalam acara tersebut  juga hadir mendampingi Wapres, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Selain  itu Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto.

Bahkan, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, Tim ahli Wapres Sofjan Wanandi.

Wapres JK pada kesemparan teraebut mengakui bila berapa kali hadir di Universitas Muhammadiyah Malang, dan selalu mengagumi perkembangan universitas swasta seperti UMM.

“Idenya, spiritnya, kampusnya yang dibelah sungai (Brantas, red.) dan tentu saja hasil dari produk-produk akademiknya yang membanggakan,” ungkapnya disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jawa Timur, dan unsur pejabat pemerintahan lainnya.

UMM, sambung Jusuf Kalla, selayaknya bukan hanya sebagai kampus Muhammadiyah. Karena kampus ini begitu terasa unsur persaudaraan dan keragaman yang sangat merepresentasikan keragaman yang baik. “Kemajuan kita akan sangat ditentukan oleh model pendidikan seperti ini,” ungkap Jusuf Kalla yang pada tahun 2014 juga turut meresmikan Rumah Sakit UMM ini.

Dalam kesempatan ini juga digelar produk-produk riset mahasiswa dan para dosen, baik dari UMM maupun dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Pagelaran produk riset ini dimaksudkan mengenalkan untuk direspon oleh pelaku usaha dan pelaku bisnis.  Wapres Jusuf Kalla juga turut melihat berbagai produk riset ini usai membuka secara resmi Festival Kebangsaan II ini.

Acara diselenggarakan dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), pelaku dan pemilik perusahaan, dan Badan Musyawarah Gereja Kristen Malang Raya. Sementara yang hadir, selain mahasiswa, terdiri atas tokoh agama, tokoh etnis, tokoh organisasi, dan pejabat pemerintahan.

Sementara itu Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM), HA Malik Fadjar dalam sambutannya menyampaikan quote yang pernah disampaikan Wapres sehingga menjadi inspirasi UMM  dalam menjunjung perbedaan. Pernyataan tersebut sangat penting untuk diimplementasikan dalam mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan kokoh berdasarkan Pancasila.

“Pandanglah, pahamilah Pilpres sebagai pertandingan bulu tangkis. Jangan sampai petanding dan penonton tidak paham aturan sehingga sakit,” ungkapnya. (aji).