Buka Festival Kebangsaan II, Wapres: Kuasai Ilmu  Kalau Ingin Maju

6 April 2019 - 20:53 WIB
Wapres RI HM Jusuf Kalla membuka Festival Kebangsaan II di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Wapres RI HM Jusuf Kalla membuka Festival Kebangsaan II di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wakil Presiden  (Wapres) RI, HM Jusuf Kalla membuka Festival Kebangsaan II dan meresmikan pembangunan infrastruktur di kampus Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM), Sabtu (6/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut Wapres yang akrab disapa JK ini mengungkapkan soal kunci negara maju. Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar ini kuncinya adalah ilmu pengetahuan, pemerintahan yang bersih dan tegas, teknologi serta  entrepreneurship.

“Kalau itu terpenuhi insyaa Allah negara dan bangsa akan maju,” tutur dia.

Suasana pembukaan  Festival Kebangsaan II di kampus UMM.
Suasana pembukaan Festival Kebangsaan II di kampus UMM.

Untuk itu ia mengajak seluruh civitas akademika UMM untuk terus belajar. Sehingga  bisa menguasai ilmu. “Bukan ilmu yang menguasai kita. Seperti facebook, Google. Itu ilmu dari teknologi yang menguasai kita. Kalau kita tidak menguasai ilmu maka kita akan dikuasai orang lain seperti itu,” tutur dia.

Makanya kata dia, harus melebihi atau minimal menguasai ilmu.  Sebab ilmu bisa mengubah sikap dan cara hidup.

Lebih jauh Wapres menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah modal utama untuk memajukan bangsa selain faktor lain seperti terselenggaranya pemerintahan yang bersih, teknologi yang mutakhir, dan kewirausahaan.

“Sesuatu prestasi tidak mungkin dicapai dengan mudah. Tanpa kesulitan tidak mungkin kita berhasil dengan baik,” jelasnya.

Dia contohkan Jepang dan Korea. Menurut dia, mereka menjadi negara maju bukan karena memiliki SDA berlimpah. Namun, lanjut dia, karena misinya jelas. Sehingga mereka bisa menguasai ilmu.

Ilmu itu kata dia, sumbernya di perguruan tinggi. “Kita memiliki 2.500 perguruan tinggi. Sedangkan Cina hanya 250. Tapi mereka berkualitas sehingga menjadi negara maju,” papar dia.

Untuk itu Wapres mengapresiasi spirit dan ide yang dimiliki oleh UMM. Alasannya,  karena selain menghasilkan riset yang membanggakan, juga merupakan kampus yang menjunjung tinggi keberagaman.

Wapres RI HM Jusuf Kalla turun dari mobil hanya untuk menyalami mahasiswa UMM yang sudah menunggu di pinggir jalan.

Keberagaman tidak dipandang sebagai hambatan. “Justru dijadikan sebagai kekuatan,” terang dia.

Hal itu menurut  dia sesuai dengan kondisi Indonesia yang memiliki kekhususan dibanding bangsa lain. Dimana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan jumlah penduduk terpadat keempat di dunia.

“Penduduk merupakan modal utama. Pernah penduduk dianggap beban. Tapi setelah menyadari bahwa penduduk adalah aset bangsa, bukan beban. Tapi bangsa yang besar justru dapat maju,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wapres mengharapkan agar Festival Kebangsaan ini dapat menjadi ajang persamaan dan kemajuan untuk memajukan bangsa.

“Negara punya batas, tapi bangsa tidak punya batas. Batasannya adalah perasaan, persatuan, kemajuan. Karena itulah Festival Kebangsaan artinya ialah festival kemajuan, festival kebersamaan. Karena kebersamaan memajukan kita semua,” tutupnya.

Usai membuka Festival Kebangsaan II, JK menyempatkan diri menyelami ribuan mahasiswa UMM. JK turun dari mobil lalu menemui  mahasiswa yang sudah menunggu dan memanggil-manggil nama Pak JK. (aji)