Sosok HM Ikhsan, Pendiri Pasar Rakyat Yang Sederhana dan Dermawan

14 January 2023 - 15:21 WIB
Haji Muhammad Ikhsan, saat berada di Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)
Haji Muhammad Ikhsan, saat berada di Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Haji Muhamad Ikhsan (70) merupakan seorang pemilik sekaligus pendiri Pasar Rakyat di Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Jawa Timur.

Berkat kepemimpinannya, pasar rakyat yang dikelolanya sejak 2005 ini mampu bertahan hingga saat ini dengan jumlah 100 pedagang. Selain itu, juga mendirikan Musholla Al Ikhlas dikawasan Perum Araya. Mushola itu pun penuh dengan inspirasi. Sebab, pembangunan Musholla Al Ikhlas tanpa bantuan pihak lain. Disamping itu, juga ada satu unit mobil ambulance Al Ikhlas juga tersedia untuk umum.

Haji Muhammad Ikhsan, saat berada di Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)
Haji Muhammad Ikhsan, saat berada di Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)

Dibalik kesuksesan beliau, ada cerita menarik dan memotivasi dari sosok pria asal Arjosari, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Jawa Timur tersebut.

Haji Muhamad Ikhsan yang merupakan putra ketiga dari enam bersaudara, pasangan almarhum Lajid dan almarhumah Kasemi. Lima saudaranya semuanya adalah perempuan.

Sebagai anak laki-laki, ikhsan dimasa mudanya telah melalang buana. Maklum, kehidupan kala itu, keluarga Ikhsan bisa dibilang keluarga kurang beruntung.

Mobil ambulance gratis untuk umum milik Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)
Mobil ambulance gratis untuk umum milik Mushola Al Ikhlas. (ft.cholil)

Hingga akhirnya, pria pemilik nama lengkap Muhamad Ikhsan atau dikenal dengan panggilan “Abah Ikhsan” ini bisa jadi inspirasi bagi kita semua

Jika dilihat sekilas, pria kelahiran Arjosari Malang 1 Januari 1953, Provinsi Jawa Timur ini memang tampak garang.

Namun, siapa sangka, di balik parasnya tersebut, Abah Ikhsan ternyata murah senyum dan bahkan mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Perjalanan hidup yang pernah dilalui oleh Abah Ikhsan semasa muda penuh Lika liku. Sejak kecil hingga beranjak dewasa, Abah Ikhsan sudah mengenal kerasnya kehidupan di jalan.

Bahkan Ikhsan dimasa mudanya pernah terjerumus ke dalam pergaulan dunia hitam. Saat remaja, ikhsan sudah akrab dengan kerasnya hidup di Ibukota Jakarta.

Itu terjadi di tahun 1977 hingga 1979. kehidupannya yang kelam itu membuat Ikhsan dicap sebagai preman. Selama hidup di jalan, ikhsan pernah menjadi seorang pengamen, calo, dan profesi lain yang kental dengan dunia preman.

Namun kehidupan itu kini sudah berubah drastis. Ikhsan telah menjadi orang yang dermawan. Kini Ikhsan muda telah menjadi sosok Haji Muhamad Ikhsan. Beliau sukses menjadi seorang panutan yang bersosial tinggi serta sangat dermawan.

Abah Ikhsan mengisahkan perjalanan hidupnya itu ketika ditemui SurabayaPost.id di kediamannya. Abah pun saat ini menjadi bendahara Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Blimbing, Kota Malang Jawa Timur.

Beliau pun kini memiliki 50 anak asuh. Selain itu, Abah Ikhsan juga memiliki pengelolaan parkir di Arjosari dan di Sulfat serta pengelola pasar rakyat di sekitar terminal Arjosari, Kota Malang.

HM Ikhsan, sosok pria dermawan dan sederhana. (ft.cholil)
HM Ikhsan, sosok pria dermawan dan sederhana. (ft.cholil)

Deretan mobil mewah pun beliau miliki. Sejumlah 14 unit. Terdiri dari Robicon tahun 2016, Toyota Camry, Peugeot, Harrier dll.

Namun, dengan kementerengan itu, Abah ikhsan tak merasa memilikinya. Dia tetap berpenampilan sederhana. Bahkan, dia selalu menggunakan sepeda motor Mio tahun 2016.

“Semua hanya titipan Allah. Kita hidup hanya sementara dan yang penting ikhlas. Utamakan sodakoh untuk membantu orang banyak,” tutur HM Ikhsan mengakhiri pembicarannya. (*)