Gresik (SurabayaPost.id)– Program mudik gratis yang digelar Petrokimia Gresik tak hanya soal berbagi tiket pulang kampung. Di balik pemberangkatan 200 pemudik, tersimpan strategi besar untuk menekan kemacetan hingga potensi kecelakaan selama arus Lebaran 2026.
Sebanyak lima bus diberangkatkan dari Gresik menuju lima jalur padat di Jawa Timur, yakni Malang–Blitar, Jombang–Nganjuk–Madiun, Lamongan–Babat–Tuban, Bojonegoro–Ngawi, serta Kediri–Tulungagung. Program ini menjadi bagian dari gerakan serentak “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026” yang diinisiasi holding Pupuk Indonesia di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa total 1.559 pemudik diberangkatkan dari sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta hingga Bontang. Ia menegaskan, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Keberadaan perusahaan bukan hanya mengejar keuntungan, tapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menekankan bahwa program ini memiliki dampak strategis bagi keselamatan publik. Menurutnya, lonjakan kendaraan pribadi saat mudik kerap menjadi pemicu utama kecelakaan.
“Dengan mudik gratis, jumlah kendaraan di jalan bisa berkurang. Ini bukan hanya membantu masyarakat, tapi juga menekan risiko kecelakaan,” jelasnya.
Program ini juga menyasar masyarakat sekitar perusahaan serta karyawan dan keluarganya. Menariknya, jumlah peserta tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, namun perusahaan membuka peluang peningkatan kuota di masa mendatang.
Di tengah tradisi mudik yang selalu diwarnai kepadatan ekstrem, langkah korporasi seperti ini mulai terlihat sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar aksi sosial. Jika diperluas, skema mudik gratis berpotensi menjadi instrumen penting dalam manajemen lalu lintas nasional saat Lebaran.
Dengan kata lain, mudik gratis bukan lagi hanya soal pulang kampung—tetapi juga soal keselamatan, efisiensi, dan peran nyata industri dalam menjaga mobilitas publik tetap aman
