Wali Kota Sutiaji: Semangat Bangun Antikorupsi  Jangan Hangat-hangat Tai Ayam

8 September 2019 - 00:43 WIB
Wali Kota Sutiaji memberikan.pengarahan pada para guru terkait pendidikan atikorupai

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang Sutiaji  mengingatkan untuk menjaga semangat anti korupsi kepada para guru.  Menurut dia, sangat nmbangun anti korupsi itu jangan hanya hangat-hangat Taiwan ayam. 

Peringatan itu disampaikan saat memberikan arahan dalam Workshop Insersi Pendidikan Anti Korupsi yang digelar di ruang sidang Balaikota Malang (7/9 /2019). Hal itu  menjadi salah satu rangkaian kegiatan Road Show KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi di kota Malang. 

Menyasar para guru PPKN SD/SMP/SMA se kota Malang, acara dibuka Walikota Malang Sutiaji. Pendidikan karakter menjadi pondasi penting untuk membangun budaya anti korupsi.

Para guru yang3 ngikut workshop pendidikan karakter terkait antikorupai

 Itu pula yang dilakukan kota Malang melalui pendidikan non calistung dan lebih menguatkan karakter pada siswa siswa kelas 1 dan 2 SD. Demikian ditegaskan Sutiaji Walikota Malang.

“Itu harus kita kuatkan karena secara alamiah manusia memiliki sifat rakus. Merasa kurang dan kurang,” kata ia. 

Dan sifat rakus itu lah, kata dia yang menjadikan lahirnya perilaku korup. Maka menguncinya adalah menguatkan karakter. Sebab pada dasarnya menurut dia anak anak itu putih bersih, menjadi seperti apa, sangat ditentukan oleh lingkungannya. Artinya menjadi tanggung jawab bersama.  

“Oleh karenanya pendidikan karakter saya titipkan dan fitrah putih anak untuk dapat dijaga. Karena mereka menjadi aset kita ke depan, “pesan dan harap Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.

Walikota penghobi bulutangkis ini juga mengingatkan agar semangat bangun anti korupsi  jangan “hangat hangat tai ayam”. Kalau ada KPK semangat, nanti sudah balik semangatnya turun. Itu yang nggak boleh. Artinya kita hanya bergerak secara formalitas semata. Sekali lagi jangan, “diingatkan Walikota Sutiaji. Ditambahkan oleh suami Hj. Widayati Sutiaji tersebut, untuk menguatkan program pendidikan karakter, Walikota Malang akan berkantor secara bergantian ke 5 (lima) wilayah kecamatan di kota Malang. 

“Selain untuk monitoring langsung pelayanan publik di wilayah, itu juga akan dimanfaatkan untuk memonitor perkembangan pendidikan karakter di sekolah sekolah yang ada, “ujar Sutiaji.

Menghadirkan narasumber dari jajaran KPK RI, acara yang dihelat juga makin semarak dengan pesan pesan membangun karakter, sejalan dengan digelarnya kegiatan mendongeng di panggung atraksi seni dan budaya di halaman balaikota Malang. (lil)