Bentuk KKMP, Wali Kota Malang: Koperasi Harus Menjadi Pilar Ekonomi

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, pada peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di Ruang Ngalam Command Center (NCC) pada Senin, 21 Juli 2025. (Sumber Prokompim).
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, pada peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di Ruang Ngalam Command Center (NCC) pada Senin, 21 Juli 2025. (Sumber Prokompim).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program nasional Koperasi Merah Putih dengan telah membentuk 57 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang mencakup 100 persen kelurahan di wilayah kota. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, pada peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di Ruang Ngalam Command Center (NCC) pada Senin, 21 Juli 2025.

Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa koperasi harus menjadi alat nyata dalam menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat perkotaan, khususnya dalam hal akses permodalan, peningkatan daya saing UMKM, serta penguatan jaringan produksi dan distribusi di tingkat lokal. “Koperasi Merah Putih di Kota Malang kami bentuk sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Kami ingin koperasi benar-benar menjadi pilar kesejahteraan warga di tingkat kelurahan,” ujar Wahyu Hidayat dikutip dari rilis Bagian Prokompim Setda Kota Malang.

Menurutnya, semua KKMP di Kota Malang telah memiliki akta pendirian resmi, meskipun secara fisik masih dalam tahap awal. Namun, Wali Kota Wahyu menekankan bahwa justru di situlah letak nilai perjuangan: koperasi tidak dibentuk sebagai proyek instan, melainkan sebagai lembaga ekonomi jangka panjang yang dibangun dengan semangat gotong royong dan visi kerakyatan.

Wali Kota Wahyu juga menyebutkan contoh KKMP Bumiayu yang beranggotakan 130 orang dan telah berhasil beroperasi dengan fokus bidang usaha sembako dan simpan pinjam. “Di Kota Malang, KKMP Bumiayu yang beranggotakan 130 orang telah sukses dan berhasil beroperasi dengan fokus bidang usaha sembako dan simpan pinjam. Nanti juga saya akan jadwalkan untuk datang langsung kesana melihatnya,” tuturnya.

Wali Kota Wahyu juga menyebutkan bahwa kedepannya akan dilakukan kerja sama dengan instansi dan perusahaan yang dapat mendukung program kerja KKMP di masing-masing kelurahan. “Seperti kerja sama dengan Pertamina yang harapannya dapat menjamin ketersediaan LPG di wilayah tersebut. Nanti akan kita lihat kebutuhan masing-masing kelurahan juga,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan juga telah menyusun roadmap pembinaan koperasi yang meliputi pelatihan pengelolaan, pendampingan kelembagaan, hingga akses permodalan. Dalam waktu dekat, proses inventarisasi kebutuhan operasional akan segera dilakukan untuk memastikan koperasi-koperasi ini dapat mulai beroperasi secara efektif.

Dengan adanya 57 KKMP yang tersebar di seluruh kelurahan, Pemerintah Kota Malang berharap setiap wilayah memiliki pusat aktivitas ekonomi kolektif yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal dari bawah. Ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang mandiri, berkeadilan, dan berbasis gotong royong. (lil).

Baca Juga:

  • Wali Kota Malang Apresiasi Inovasi Kolostrum Kambing Bubuk yang Masuk 6 Besar Kompetisi Tingkat Provinsi
  • Kota Malang Raih Apresiasi Nasional di Bidang Perumahan; Walikota Wahyu : Struktur Anggaran Kita Dinilai Pro Perumahan Rakyat
  • Wali Kota Malang Apresiasi Pesta Rakyat BTU Tempo Doeloe
  • Wali Kota Malang: UMKM Centre Jadi Solusi untuk Mengembangkan UMKM Lokal