MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang membuktikan bahwa ujian skripsi tidak harus identik dengan tekanan, ketakutan, dan suasana kaku. Melalui program “Semhas Heppiee”, kampus ini berhasil menciptakan suasana ujian akhir yang lebih dekat, suportif, dan menyenangkan bagi mahasiswa.
Acara yang digelar di Kampus C UIBU, Selasa (14/7/2026) ini diikuti ratusan mahasiswa tingkat akhir dari berbagai fakultas. Konsepnya sederhana: hapus kesan horor, ganti dengan kebersamaan.
Sejak pukul 08.00 WIB halaman kampus sudah ramai. Rangkaian kegiatan dibuka dengan senam bersama seluruh peserta Semhas. Tujuannya agar mahasiswa datang dengan fisik yang bugar dan pikiran yang rileks.
Setelah senam, suasana semakin cair dengan agenda “ngopi bareng”. Mahasiswa duduk santai sambil menikmati kopi bersama dosen pembimbing masing-masing. Di sinilah komunikasi dua arah terbangun, sebelum akhirnya masuk ke sesi Seminar Hasil.

Dekan Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) UIBU, Dr. Adi Sucipto, M.Kes. mengatakan inovasi ini sengaja dibuat untuk mematahkan paradigma lama tentang ujian skripsi.
“Tujuannya untuk mengakrabkan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing, sekaligus mengurangi hal-hal yang terkait dengan kesan bahwa ujian skripsi itu sangat sulit. Kami kemas sedemikian rupa untuk menghilangkan rasa nervous, sehingga terbentuk suasana yang happy. Namun demikian, hal ini sama sekali tidak mengurangi substansi akademis dari Semhas itu sendiri,” tegas Adi Sucipto.

Karena antusiasme tinggi, Semhas Happy dilaksanakan bertahap. Gelombang pertama diikuti sekitar 250 mahasiswa. Gelombang kedua disusul 270 mahasiswa. UIBU berencana membuka gelombang ketiga jika jumlah peserta masih bertambah.
Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) UIBU, Dr. Yulita Pujiharti, M.Kes. menilai format baru ini berdampak positif pada kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir.
“Kegiatan Semhas ini sangat bermanfaat ya buat mahasiswa kami, sehingga mereka bisa melakukan kegiatan tahap akhir dengan lebih happy. Tidak lagi takut diuji satu per satu secara menegangkan oleh dosen,” ungkap Yulita.
Ia menambahkan kebersamaan sejak pagi membuat mahasiswa merasa didukung secara moral oleh teman dan dosen.
“Dengan adanya Semhas ini, mereka bisa bersama-sama dengan temannya sehingga proses kelulusan pun bisa semakin tepat waktu dan tidak ditunda-tunda lagi. Semua dibersamakan dalam suasana yang menyenangkan,” tambahnya.

Kemeriahan Semhas Happy semakin lengkap berkat dukungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). FST menggandeng Yamaha untuk memberikan layanan servis motor gratis tanpa kuota dan terbuka untuk semua merek.
Layanan ini tidak hanya untuk peserta Semhas, tetapi juga untuk mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, hingga warga sekitar kampus.
Selain itu ada edukasi safety riding, test ride motor terbaru, dan workshop otomasi yang diikuti mahasiswa Teknik Mesin. Bagi mahasiswa FST, ini menjadi “kelas lapangan” langsung bersama teknisi profesional.
Sementara Rektor UIBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si. menegaskan konsep ini adalah bentuk nyata kampus yang memberi manfaat langsung.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi kemitraan dengan dunia usaha dan industri sekaligus menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi ruang kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Dengan Semhas Heppiee, UIBU ingin membuktikan satu hal: ujian akhir bisa tetap bermutu, tapi tidak harus membuat mahasiswa stres. (lil)
