MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Jabatan Akademik Dosen Angkatan I Tahun 2026 yang digelar di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, Selasa (6/10/2026).
Bimtek tersebut diikuti 58 akademisi dari berbagai kampus di bawah naungan LLDIKTI VII Jatim. Mereka merupakan penilai angka kredit dan tim penilai kinerja kenaikan pangkat serta jabatan fungsional dosen.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., didampingi Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., membuka langsung kegiatan tersebut.
Prof. Dyah mengatakan, bimtek ini bertujuan menyamakan persepsi para penilai sekaligus mensosialisasikan aturan terbaru tentang tata kelola jabatan akademik dosen yang tertuang dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026.

“Jadi seluruh penilai harus punya persepsi yang sama dalam menilai. Sehingga pengajuan jabatan akademik dosen di Wilayah VII Jatim itu bermutu, berkualitas, dan berintegritas,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan mutu jabatan akademik merupakan komitmen dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) dosen Jawa Timur yang unggul dan berkualitas. Selain berdampak pada jenjang karier, kualitas pengajuan jabatan akademik juga turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Dalam aturan baru tersebut, standar mutu publikasi turut ditingkatkan. Jika sebelumnya jurnal Q4 masih dapat digunakan sebagai syarat khusus, kini minimal harus jurnal Q3.

“Jadi mutunya ditingkatkan. Sistem yang sekarang mengakomodasi semua kinerja dosen. Seluruh komponen dinilai melalui angka prestasi yang menjadi kekuatan dalam pengusulan jabatan akademik dosen,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Dyah juga mengapresiasi UIBU Malang yang dinilai sangat produktif dalam mengajukan jabatan akademik dosen.
“Alhamdulillah, untuk Universitas Insan Budi Utomo sudah memecahkan rekor juga untuk mengajukan jabatan, mulai Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar,” ujarnya.

Ia berharap PTS di Jawa Timur tidak hanya mengejar peningkatan jabatan akademik, tetapi juga memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan melahirkan riset unggulan yang berkelanjutan dan berdampak.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 yang mendorong perguruan tinggi berstandar global namun tetap mempertahankan karakter lokal.
“Bangunlah Tri Dharma yang penuh kualitas dan riset-riset unggulan berkelanjutan untuk membentuk karakter bahwa sains dari riset itu bisa produktif dan berdampak pada penggunaan produk-produk dalam negeri, untuk bangsa sendiri,” pungkasnya. (lil).
