Bersama Panglima TNI, Kiai UNIQ Nusantara Gagas Gerakan Sambung Oyot

26 December 2018 - 11:41 WIB
Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) “UNIQ” Nusantara, KH M Abdul  GHufron Al Bantani
Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) “UNIQ” Nusantara, KH M Abdul  GHufron Al Bantani

MALANG  (SurabayaPost.id) – Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) “UNIQ” Nusantara, KH M Abdul  GHufron Al Bantani bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggagas gerakan Sambung Roso, Sambung Oyot Nusantara.

Sesuai rencana gagasan tersebut akan dilaunching di Ponpes UNIQ Nusantara  Jl Dulamin RT 01 RW 01 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jatim, Minggu  (30/12/2018).

“Pada saat launching nanti kami juga menyelenggarakan pengajian Yasinan Kubro. Itu akan dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,” kata KH M  Abdul
GHufron Al Bantani saat didampingi santrinya, Hairus Sandy, Rabu (26/12/3018).

Dijelaskan dia bahwa gerakan Sambung Roso, Sambung Oyot Nusantara itu untuk menyambungkan dan menyatukan seluruh kalangan yang ada di Indonesia. Itu mulai dari kalangan bawah hingga ke kalangan atas.  “Dari jalangan Umaro, Ulama, TNI, polisi hingga masyarakat umum,” kata dia.

Menurut dia, acara tersebut pertama kali dilaksanakan di Ponpes UNIQ Nusantara. Dia berharap itu bisa menjadi acara rutin setiap tahun.

“Kami mengadakan Yasinan Kubro itu untuk menyambungkan akar rumput. Makanya kami sebut  Sambung Oyot Sambung Rasa. Kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan Bhinneka tunggal Ika. Dengan adanya persatuan para ulama, masyarakat, umaro, TNI  dan Polri akan menciptakan keutuhan Pancasila dan Merah Putih NKRI, “ terang dia.

Untuk itu, tegas dia, semuanya  harus bersatu padu. Itu untuk menguatkan sambung oyot sambung rasa demi keselamatan Bangsa Indonesia.

Karena itu dia berharap dengan kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan seluruh elemen lainnya  mampu memberikan sinergi membangkitkan rasa yang sama, yaitu saling bahu membahu dan gotong royong dalam berbangsa dan bernegara.

“Jadi ini adalah sebuah falsafah atau prinsip sekaligus doa bagi bangsa dan masyarakat kita.   Ibarat kaidah kehidupan, tiada tanaman yang tanpa akar, dengan pertumbuhan akar yang baik akan menopang pohon yang kuat dan berbuah. Intinya tanpa kita
merawat akar tanaman dengan baik, secara umum tidak akan menghasilkan pohon yang baik, apalagi buah yang berkualitas.  Makanya sambung oyot adalah bentuk kebersamaan yang harus
dibangun dari sinergi masyarakat dari kelas atas dan bawah yang menyatu bersatu padu dalam  keseharian masyarakat kita,” pungkasnya. (Lil)