BMKG: Awal Musim Kemarau di Nganjuk Mulai Bulan Mei 2021

7 May 2021 - 18:17 WIB

NGANJUK (SurabayaPost.id) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk memprediksi awal musim kemarau terjadi pada bulan Mei 2021. 

Hal ini disampaikan Setiyaris selaku PMG Muda BMKG Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber talkshow di sebuah Radio milik Pemda Nganjuk, Jum’at (07/05/2021).

Setiyaris mengatakan, perkiraan awal musim kemarau untuk daerah Nganjuk bagian utara dan tengah dimulai bulan Mei 2021 pada dasarian satu. Sedangkan Nganjuk bagian selatan sekitar Gunung Wilis l, awal musim kemarau diprediksi mulai bulan Mei pada dasarian dua.

“Sudah terlihat bahwa curah hujan di bulan Mei untuk Nganjuk utara dan tengah kurang dari 100 milimeter. Ini sebagai penentuan musim kemarau yang BMKG pakai. Yaitu dalam 1 dasarian itu kurang dari 50 milimeter, atau diakumulasikan kurang dari 150 mm,” jelas Setiyaris.

Ia menambahkan, awal kemarau di beberapa bagian di Nganjuk diperkirakan mundur.

Normalnya awal musim kemarau di Kota Bayu, untuk Nganjuk bagian utara dan tengah pada bulan April dasarian tiga. Sedangkan untuk Nganjuk bagian selatan pada bulan Mei dasarian dua. 

“Jadi tahun 2021 ini awal musim kemarau untuk Nganjuk bagian utara dan tengah mundur satu dasarian. Sedangkan Nganjuk bagian selatan dasarian normal,” tambahnya.

Setiyaris juga menjelaskan, kemarau ini secara periodik akan menguat setiap bulannya. 

Diprediksi puncak musim kemarau di daerah Nganjuk bagian utara dan tengah pada bulan Agustus 2021.

Sedangkan Nganjuk bagian selatan pada bulan September 2021. Oleh sebab itu, BMKG Kabupaten Nganjuk menghimbau kepada semua pihak terutama yang tinggal di wilayah kekeringan untuk melakukan persiapan dini menghadapi musim kemarau.

Sementara itu, Ihsan Bagus selaku PMG Muda BMKG Kabupaten Nganjuk melaporkan evaluasi kegempaan di Jawa Timur pada bulan April 2021. Selama bulan April, telah terjadi gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sebanyak 73 kali gempa bumi. Gempa bumi tersebut didominasi kedalaman dangkal kurang dari 60 kilometer (km) dengan kekuatan 3-5 skala richter.

Ihsan menambahkan dari 73 gempa bumi yang terjadi, 6 diantaranya dirasakan dan 1 signifikan. Gempa bumi signifikan yang terjadi pada 10 April 2021 tersebut, dirasakan dampaknya cukup luas mulai beberapa Kabupaten di Jawa Timur, bahkan Jawa Tengah hingga Bali dan NTB. 

“Yaitu gempa bumi selatan Jawa atau km barat daya Malang dengan kedalaman 80 km, dan magnitudo 6,7 skala rices. Harap tenang, dan selalu waspada,” pesannya. (ISK)