Dana CSR Jatim Park Grup Rp 3 M Bakal Digunakan Untuk Pelebaran Jalan

27 May 2019 - 20:30 WIB
Humas pengelola dana CSR  Laskar Foundation dari Jatim Grop, Nhia Hapsari bersama Suryo5

BATU (SurabayaPost.id ) – Jatim Park Grup siapkan  dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 3 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk pelebaran jalan.

Hal itu diungkapkan Humas pengelola dana CSR  Laskar Foundation dari Jatim Grop, Nhia Hapsari, Senin (27/5/2019). Dia mengaku sedang mempersiapkan dana CSR senilai Rp 3 miliar.

Menurut dia, dana tersebut  akan digunakan untuk pembangunan pelebaran jalan di tiga lokasi yang ada di wilayah Kota Batu. Sehingga jalan tersebut bisa mengurai kepadatan arus lalu lintas.

Di antara tiga lokasi itu disebutkan seperti di   Jalan simpang empat, Dewi Sartika. Selain itu di daerah BNS Desa Oro – Oro Ombo serta di Jalan daerah Krematorium, Kota Batu.

“Itu perlu dilakukan. Sebab keberhasilan suatu daerah, khususnya kota wisata bisa terlihat dari kondisi infrastruktur yang dimiliki,” papar dia.

Apalagi, terang dia, Kota Batu sebagai kota wisata andalan diakui di berbagai negara. Namun kata dia, kalau infrastruktur jalannya tidak segera dilakukan pelebaran akan berdampak kurang bagus.

Alasannya, para wisatawan akan merasa tidak nyaman kalau sering kena kemacetan lalu lintas. “Makanya infrastruktur jalan harus dibenahi,” kata dia.

Untuk itu, kata ia, Pemkot Batu harus bersinergi dengan Pemkab dan Pemkot Malang. Terutama dalam membuat kajian  kajian rekayasa lalu lintas.

Meski begitu, menurut Nhia,dalam kajian tersebut tidak cukup hanya sebatas antar Kepala Daerah satu dan Kepala Daerah yang lain. Menurutnya, mereka harus melibatkan masyarakatnya.

“Masyarakat harus dilibatkan. Sehingga  tidak hanya sebatas Pemerintahannya saja. Saling evaluasi antara dinas terkait, serta duduk bersama dengan para dewan,” tandasnya.

Menurut dia keberhasilan sebuah Pemerintah Daerah, tercermin jika Infrastruktur Jalannya sudah memadai. “Itu bisa dilihat pada kondisi jalan,  trotoar lampu Penerangan Jalan Umumnya (PJU) serta yang lain. Kalau itu semuanya bisa menyatu, maka keindahan Kota Wisata Batu bakal lebih fantastis,” puji Nhia.

Makanya dana CSR yang akan dipakai untuk pelebaran jalan di tiga titik itu diharapkan dia bisa menstimulasi Pemkot untuk  membenahi infrastruktur. “Saya ingin selanjutnya Pemerintah Kota Batu yang melanjutkan. Termasuk kepedulian dari para pengusaha – pengusaha yang lain,” katanya.

Karena itu dia berharap  Pemerintah bisa menyatukan persatuan hotel restoran indonesia ( PHRI) yang ada di Kota Batu. “Sehingga bisa ikut terlibat dalam Pembenahan infrastruktur itu,” harap Nhia yang diamini penasehat Laskar Foundation, Suryo. (gus)