Demi Seniman Kota Batu, Pelukis Internasional Lelang Karya-karyanya

17 June 2019 - 12:54 WIB
Endro Wahyu bersama Bambang Priyana dan Rudi
Endro Wahyu bersama Bambang Priyana dan Rudi

BATU (Surabayaost.id) – Pemkot Batu dinilai kurang perhatian terhadap para seniman dari berbagai seni yang ada di Kota Batu. Untuk itu Komunitas musisi 90 – an bersama Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu menggelar  Gebyar Art Festival 90 – an di Jalan Munif seputaran Alun – Alun Kota Batu, Minggu malam, (16/6/2019).

Selain itu Painter Masterpiece, Spectacular Fashion. Bahkan  City Attractions hingga musical instrument” exhibition all artist collaboration juga ada dalam festival tersebut.

Menariknya acara yang digagas musisi 90- an bersama Ormas PP tersebut, perupa seni lukis dari Kota Batu Koeboe Sarawan juga ikut mewarnai. Maestro seni lukis bertaraf Internasional yang hasil karyanya  banyak terjual dengan harga ratusan juta rupiah memasang juga karyanya.

Pelukis lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu, menyumbang hasil karyanya berukuran 100× 100. Lukisan   di atas kain katun menggunakan cat air dengan teknik batik itu dibanderol Rp 7 juta. Lukisan tersebut dibeli Ketua MPC PP, Kota Batu,Endro Wahyu.

“Kami sangat menghargai kepeduliannya Koeboe Sarawan. Meski karya – karyanya terjual ratusan juta, sang maestro  rela melelang karyanya tanpa mengukur besar dan kecil rupiahnya. Itu demi seniman Kota Batu,” puji Endro Wahyu.

Endro Wahyu yang sapaan akrabnya Abah Hendro itu mengaku prihatin terhadap Pemkot Batu. Alasannya, meski dari beberapa pejabat penting di lingkup Pemkot Batu sudah  diundang dalam acara tersebut. Celalanya tidak ada yang hadir, bahkan tidak ada utusan secara resmi dari Pemkot Batu.

Sementara itu, koordinator penggagas acara yang dimaksut, Bambang Priyana yang sapaan akrabnya BP, mengaku musisi 90 – an dan PP Kota Batu mencoba menstimulasi kawan – kawan nya di Kota Batu.

” Terutama Pemerintah Kota Batu untuk membuat event reguler, dengan tujuan untuk memperkaya daya tarik wisata.Salah satunya dengan Art festival ini yang menyajikan seni tari,seni lukis dan seni musik untuk merangsang para pelaku seni untuk selalu semangat berkreasi,” tandasnya.

Dari sebab itu, tandas dia, ajang kebersamaan para pelaku seni Kota Batu tersebut.BP mengaku,Gebyar 90’s Art Festival yang menampilkan seni tradisi dan seni modern tersebut, mendapat sambutan yang bagus bagi masyarakat batu, serta para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu.

“Pertunjukan Kolaborasi seni tradisional dan kontemporer harus dilestarikan. Dan harus sering dipertunjukan di hadapan wisatawan, berkreasi tanpa batas demi kemajuan Kota Wisata Batu,” pungkasnya. (gus)