DLH Kota Malang Bakal Terapkan Sistem Buka Tutup TPA Supit Urang

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya bersama awak media saat sosialisasi pemasangan stiker khusus
Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya bersama awak media saat sosialisasi pemasangan stiker khusus

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Faktor lose atau sampah ilegal yang masuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang mencapai 20 hingga 30 persen. Persentase itu dari total 700 sampah per hari yang telah masuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengatakan bahwa karena banyak sampah ilegal yang masuk sehingga mempengaruhi retribusi. Berdasarkan data yang ada, target retribusi pada 2023 sebesar Rp 17 miliar, namun realisasinya melebihi target itu.

“2024 targetnya Rp 18 miliar. Lalu 2025 targetnya Rp 20 miliar,” kata Rahman, Jum’at (2/2/2024).

Dengan inovasi baru yang dibuat yakni stiker khusus yang ditempel pada angkutan sampah, Rahman mengaku akan membuat suatu gebrakan baru. Sebab, saat ini ada indikasi ada ‘penumpang liar’ di TPA Supit Urang.

Dia pun mencontohkan, Universitas Brawijaya (UB) Malang juga menjadi salah satu penyumbang sampah di TPA. Dan saat ini, sudah dilakukan perjanjian kerjasama bahwa sampah pada kampus negeri itu akan diangkut oleh DLH Kota Malang.

“UB ini juga salah satu sumber timbunan sampah yang dikirim ke TPA. Saat ini sudah melakukan administrasi dengan DLH untuk mengangkut sampah yang ada di kampus menuju TPA,” ungkap Rahman.

Disisi lain, sampah yang berasal dari pasar juga jadi salah satu penyumbang di TPA Supit Urang. Dan sejauh ini ia mengaku sampah itu juga hanya dibuang begitu saja.

“Sampah dari pasar sampai 20 ton per hari. Itupun cuma buang begitu saja, tidak ada restribusi. Sekarang saya ingin semua betul-betul dihitung. Ini adalah identifikasi awal dan mitigasi masalah sampah dan meminimalisir kebocoran,” tandasnya. (*)

Baca Juga:

  • Gercep Adanya Aduan Masyarakat, DLH Kota Malang Terjun Lakukan Perempesan Pohon
  • Kepala DLH, Noer Rahman Wijaya Berharap Proyek Drainase Minim Penebangan Pohon
  • DLH Kota Malang Sebut Reboisasi Jadi Salah Satu Solusi Imbas Proyek Drainase Suhat
  • DLH Kota Malang Rencanakan Buat Pagar Besi Portabel di Taman Tugu
  • Saat Ramadan, Potensi Sampah Diprediksi Makin Besar, Begini Langkah DLH Kota Malang
  • Terdampak TPA Supit Urang, Warga Desa Jedong Sambat ke Komisi C DPRD Kota Malang
  • Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Komisi C DPRD Kota Malang Tinjau TPA Supit Urang
  • Tuai Apresiasi Menteri PU RI, Pj. Walikota Malang : TPA Supit Urang Terus Kita Kembangkan Untuk Masyarakat dan Kota Malang
  • Peringati World Clean Up Day 2024, Pj Wali Kota Malang Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Linkungan
  • Dinas Lingkungan Hidup Gerak Cepat Perbaiki Logo Heritage Kayutangan