Eksponen Pokja Pendiri Kota Batu,Ingin Punya Wali Kota yang Paham dan Memahami Orang Batu 

9 June 2022 - 11:33 WIB

BATU (SurabayaPost.id) – Berjuang dari 1999 – 200, untuk peningkatan status Kotif menjadi Kota Batu,
tahun 2022 Eksponen Pokja pendiri Kota Batu, menyampaikan keinginannya punya Wali Kota yang paham dan memahami orang batu.

Hal tersebut, disampaikan Yani Andoko,SH Ketua Umum (Ketum) Eksponen Pokja pendiri Kota Batu,  Kamis (9/5/2022).

Menurut Yani, pokja selain punya tanggung jawab moral atas apa yang telah diperjuangkan.

“Pokja ingin punya Wali Kota yang paham dan memahami Batu.Kita punya tanggungjawab moral atas apa yang telah kami perjuangkan,” kata dia, Kamis 9/6/2022.

Selain itu, menurut mantan anggota DPRD Kota Batu dua periode ini, banyak permasalahan di kota ini yang harus diselesaikan dan perlu keterlibatan masyarakat.

“Terutama kelompok strategis di batu seperti mantan pokja, mahasiswa dan lainnya.Dan perlu diketaui, pendirian Eksponen Pokja Kota Batu, diprakarsai lima mantan anggota pokja,” sambungnya.

“Kami, dan Drs.Sumiantoro, Ir. Hari Kadariyanto, Andrek Prana, SH, Msi, dan Drs Udiono. Untuk mantan anggota pokja yang lain, juga bisa bergabung, termasuk tokoh – tokoh yang saat perjuangan peningkatan status banyak mendukung,” tandasnya.

Terlebih, tandas dia pihaknya sudah silaturahim dengan pendiri IMAKOBA (ikatan mahasiswa kota batu), yakni Cak Sundjojo SH, MH, yang sekaligus juga Ketua Paguyuban Masyarakat Batu (PMB).

“Untuk yang di Jakarta Bapak  Jendral Sugiarto, dia juga siap berjuang bersama untuk Kota Batu ke depan yang lebih baik,” ujar mantan alumni Imakoba yang juga mantan jurnalis di Jakarta ini.

Adapun susunan pengurus Eksponen Pokja, ujar dia, selain dirinya, sebagai Ketum, yakni  Sekretaris Jendral Drs.Sumiantoro. Dewan pakar, Andrek Prana, SH. Msi, Ir Hari Kadariyanto dan Drs.Udiono, dan juga dilengkapi perwakilan di Jakarta diketuai Drs. Sudjatmiko. 

“Untuk perwakilan di Jakarta itu  penting, buat masalah – masalah di batu yang berkaitan dengan pusat. Misal ke Depdagri, ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan lainnya,” jelasnya.

Ketika disinggung terkait programnya ke depan, menurut Yani, pertama evaluasi 22 tahun Kota Batu, memberi masukan yang tepat jadi PJ Wali Kota Batu.

“Ke Gubernur dan Mendagri, memperjuangkan putra daerah Batu jadi Wali Kota pada Pilkada 14 Februari 2024 mendatang. Ingin punya Wali Kota yang paham dan memahami orang batu. Dan kami akan all out berjuang untuk putra daerah terbaik,” janjinya.

Senada disampaikan salah satu dewan pakar Eksponen Pokja, Andrek Prana, yang juga mantan ketua Presidium Pokja.

“Sebagai mantan pejuang pendirian Kota Batu sampai sekarang masih merasa punya tanggungjawab moral. Kita – kita yang berjuang, tentu saja terus mengikuti perkembangan kota ini,” tegas mantan pimpinan DPRD Kota Batu, dan juga mantan Wartawan ini (gus)