FKB Pertanyakan Pembangunan Pasar Kertosono

28 March 2019 - 21:58 WIB
Pasar Kertosono usai terbakar pada Oktober 2017 lalu.

NGANJUK (surabayapost.id) – Forum Kertosono Bangkit (FKB) menunggu kepastian realisasi pelaksanaan pembangunan Pasar Kertosono yang terbakar pada Oktober 2017 lalu. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kejelasan atas pembangunan atas pasar tersebut.

“Sejauh ini kabarnya masih simpang-siur, belum ada kejelasan terkait dimulainya pelaksanaan pembangunan (Pasar Kertosono),” ujar Bambang Riswantoro, Ketua FKB saat dihubungi surabayapost.id, Kamis (28/3/2019).

Ia menambahkan, pihaknya sempat mendengar jika Pemkab Nganjuk berencana merelokasi pasar ke daerah Jabon, Lambang Kuning, tapi hingga saat ini ternyata belum ada kejelasannya. “Kami selaku warga meminta Pemkab Nganjuk segera merealisasikan rencana itu (pembangunan pasar),” pintanya.

Menurut Riswantoro, pihaknya tidak mempermasalahkan apakah lokasinya akan dipindah atau tidak, namun diharapkan Pemkab Nganjuk segera merealisasikan.
Pasalnya, keberadaan Pasar Kertosono sangat penting karena sebagai pintu gerbang transaksi produk agrobisnis wilayah Kertosono, Perak, Purwasri.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Pasar Kertosono mengalami kebakaran akibat konsleting listrik di salah satu kios pada Oktober 2017. Akibatnya kebakaran itu, sebanyak 600 kios hangus beserta dagangannya.

Tak hanya itu, kebakaran itu mengakibatkan kerugian pedagang hingga mencapai Rp 100 miliar. Untuk menjaga arus transaksi, Pemkab Nganjuk kemudian membangun pasar sementara di Balai Desa Banaran. Namun hingga saat ini masih ada pedagang yang masih bertahan dengan berjualan di areal samping pasar yang terbakar itu. (ony/fan)