Dobrak Kemapanan, IBU Gelar Wisudatainment di GOR Ken Arok

28 March 2019 - 20:36 WIB
Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko didampingi para Wakil Rektor dan Kepala Pusat Kerjasama dan Humas Dr Rochsun MKes.
Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko didampingi para Wakil Rektor dan Kepala Pusat Kerjasama dan Humas Dr Rochsun MKes.

MALANG (SurabayaPost.id) – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang merupakan pendobrak Kemapanan. Buktinya, wisuda yang akan digelar bersamaan dengan Dies Natalis di GOR Ken Arok, Sabtu (29/3/2019) dikemas secara tidak biasa.

“Wisuda yang bakal kami gelar menggunakan konsep baru bergaya entertain. Kami menyebutnya Wisudatainment,” kata Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, Kamis (28/3/2019).

Dia menyebutnya Wisudatainment karena dalam wisuda itu memadukan prosesi seremonial wisuda dengan beragam keindahan dan hiburan.

Perpaduan konsep tersebut, tegas Nurcholis Sunuyeko, tanpa menafikan kesakralan seremonial dari prosesi wisuda. “Tujuannya agar prosesi wisuda itu tidak monoton dan menjemukan. Makanya, kami selingi dengan hiburan,” kata Rektor yang sehari-harinya disapa Yai ini kala didampingi para Wakil Rektor IBU bersama Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang Dr Rochsun MKes.

Menurut dia, mendobrak tradisi semacam itu bagi IBU bukan yang pertama kali dilakukan. Sebab, sebelumnya banyak layanan yang diberikan dilaksanakan di luar tradisi.

Dia contohkan seperti penerimaan mahasiswa baru (Maba). Menurut dia, IBU Malang membuka pendaftaran untuk Maba itu sepanjang tahun.

“Dulu itu dianggap tidak benar, karena tak sesuai aturan. Namun, realitanya saat ini justru ditiru dan banyak dipraktekkan perguruan tinggi lainnya,” papar dia.

Begitu juga dengan pelaksanaan wisuda. Menurut dia, wisuda hanya digelar setahun sekali. Namun, IBU tidak terpaku dengan tradisi tersebut. Sebab, wisuda bisa dilaksanakan lebih dari sekali dalam setahun.

Bercermin pada tradisi semacam itu, IBU menggelar Wisudatainment kali ini. Apalagi, kata dia, wisuda yang akan digelar di GOR Ken Arok itu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Kampus Biru ini.

Itu karena Wisudatainment tersebut akan diikuti 1.232 wisudawan. Baik untuk kategori Strata 1 (sarjana), maupun Strata 2 (Pascasarjana). “Sehinga wisuda kali ini, dikolaborasi dengan wisuda konvensional dan happiness forum yang bernuansa romantikal,” beber Yai dengan bangga.

Apalagi tandas dia, wisudawan kali dipersiapkan untuk menghadapi era industri 4.0. Sebab, para wisudawan tersebut sudah dibekali knowledge dan skill berkualitas terkait teknologi informasi (TI).

“Kami menggunakan konsep ini untuk memberi jawaban terhadap tantangan kondisi dan situasi bangsa saat ini. Sebab semuanya berbasis 4.0,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Nurcholis, dalam kegiatan wisuda nanti, pihaknya bakal menanyangkan video selayang pandang, perkembangan IKIP Budi Utomo.

Itu mengingat, dalam dunia pendidikan harus ada perubahan mulai dari cara belajar, pola pikir serta bertindak. Harapannya supaya para wisudawan dapat menjadi kompeten dan profesional di bidangnya.

“Jika kompeten dan profesional mereka akan dapat mengabdi di seluruh wilayah Indonesia. Itu sudah dibuktikan para alumni IBU selama ini,” pungkasnya. (lil)