Forki: Malang Open IX Piala Wali Kota Bakal Jadi ikon Beladiri

28 October 2018 - 13:32 WIB
Ketua Forki Kota Malang Dr Nurcholis Sunuyeko.
Ketua Forki Kota Malang Dr Nurcholis Sunuyeko.

MALANG (SurabayaPost.id) – Forki (Federasi Olahraga Karate Indonesia) Kota Malang akan menggelar kejuaraan karate bertajuk Malang Open IX. Sebanyak 1000 karateka bakal memperebutkan piala Wali Kota Malang yang digelar 2-3 November 2018 di GOR Ken Arok Malang itu.

Kepastian ribuan karateka yang akan turun di ajang bergengsi itu diakui Ketua Forki Kota Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, Minggu (28/10/2018). Dia mengatakan bila atlet karate dari berbagai penjuru Nusantara sudah konfirmasi.

Mereka memastikan diri untuk turun di arena kompetisi akbar tersebut. “Yang konfirmasi untuk mendaftar tak hanya dari Malang atau Jawa Timur. Atlet – atlet karate dari seluruh penjuru Indonesia bakal ikut,” kata Nurcholis Sunuyeko yang juga Rektor IKIP Budi Utomo Malang ini.

Di antara para atlet yang sudah konfirmasi disebutkan seperti dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Denpasar. Jateng, Jabar, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan, Papua dan sebagainya.

Untuk itu, Nurcholis Sunuyeko yang akrab disapa Yai ini mengaku sudah melakukan banyak persiapan. Itu demi terselenggaranya event akbar tersebut dengan sempurna.

Persiapan yang sudah dilakukan adalah menyiapkan seluruh perangkat pertandingan, wasit pertandingan dan lainnya. Termasuk tempat penginapan para atlet, wasit dan official.

Bahkan, kata Yai, panitia akan membuka pendaftaran mulai Senin (29/10/2018) di Sekretariat Forki Kota Malang di Komplek Timur Stadion Gajayana Malang. Sedangkan khusus tanggal 1 Nopember Pendaftaran dilakukan di Gor Ken Arok.

Kelas yang dipertandingkan terbilang sangat lengkap. Mulai usia dini hingga dewasa.

Misalnya, ada 8 kelas untuk usia 7 – 9 tahun. Prapemula 10 -11 tahun ada 11 kelas. Sedangkan pemula usia 12-13 tahun dipertandingkan 12 kelas. Usia 14-16 ada 12 kelas. Untuk junior 16-17 tahun ada 12 kelas, Under 21 ada 12 kelas, Senior 21 tahun ke atas ada 13 kelas.

“Pada semua kelas dan usia itu untuk nomer putra dan putri. Semua itu dilakukan karena kami ingin pelaksanaan Malang Open IX Piala Wali Kota ini menjadi ikon Kota Malang dalam olahraga beladiri,” papar pria perfeksionis itu.

Karena itu Yai ingin kejuaraan karate untuk semua umur di Kota Malang berjalan dengan sukses. “Seluruh peserta terkesan. Itu target kami agar Forki Kota Malang menjadi ikon beladiri,” katanya. (lil/ah)