IBU Terpilih Jadi PT dengan 21 MK Unggulan Program Kampus Merdeka

11 August 2021 - 21:28 WIB
Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko bersama civitas akademika IBU Malang

MALANG (SurabayaPost.id) – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang terpilih menjadi Perguruan Tinggi (PT) dengan 21 mata kuliah (MK) unggulan program kampus merdeka. Itu setelah mahasiswa, dosen dan mata kuliah unggulan IBU Malang lolos dalam program Kampus Merdeka dan Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI). 

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si mengakui hal tersebut Rabu (11/8/2021). Dia mengatakan bila program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. 

Menurut dia, hal itu bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa, mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat. “Jadi mereka nanti  terjun langsung ke dunia kerja, sebagai persiapan karir masa depan,” jelas dia. 

Program terpilih tersebut dia sebutkan di antaranya Kurikulum MBKM. Selainnitu  Kampus Mengajar Angkatan 2, Dosen Pembimbing Kampus dan Mengajar Angkatan 2.

Disamping  itu, terang dia, Studi/Proyek Independen Bersertifikat menjadi Eksportir Baru 4.0, Dosen Modul Nusantara, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 1, dosen Pengampu Mata Kuliah Unggulan Terpilih Angkatan 1 dan Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI). 

Nurcholis Sunuyeko juga mengatakan bila selain program tersebut, IKIP Budi Utomo Malang juga terpilih sebagai Perguruan Tinggi, dengan 21 MK (mata kuliah) Unggulan Kampus terpilih, dalam program pertukaran mahasiswa kampus merdeka. 

Kampus IBU Malang

“Ini jumlah yang sangat banyak dibandingkan dengan kampus lain. Hal ini menunjukkan, walaupun pembiayaan kuliah di IKIP Budi Utomo murah, namun tetap berkualitas,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, dalam program ini, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan secara daring dan luring. 

“Perkuliahan daring 21 mata kuliah unggulan IKIP Budi Utomo yang terpilih, akan diikuti oleh 250 lebih mahasiswa dari kampus lain secara daring. Sedangkan Perkuliahan luring (kondisional) diikuti 40 mahasiswa dari kampus lain, yang kuliah secara reguler di IKIP Budi Utomo dengan mematuhi prokes secara ketat. Interaksi pembelajaran secara daring dilakukan secara sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous),” tegas Dr. Nurcholis. 

“Diterimanya IKIP Budi Utomo Malang dalam program ini merupakan loncatan, tantangan, sekaligus prestasi luar biasa bagi sivitas akademika. Sebagai kampus pencetak guru, kampus ini juga ikut andil dalam program kampus merdeka yang menjadi misi Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi,” tandasnya. 

Paket kebijakan Kampus Merdeka ini, merupakan rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi sebagai langkah awal untuk melepaskan belenggu di tingkat perguruan tinggi, agar lebih mudah bergerak.

“Semoga kepercayaan publik ini, semakin menambah kepercayaan calon mahasiswa baru, untuk kuliah di IKIP Budi Utomo Malang. Selamat dan sukses kepada mahasiswa dan dosen yang terpilih, dalam menjalankan tugas mulia ini,” pungkas Nurcholis. (Lil)