Inflasi Kota Malang Lampaui Jatim,  Angkutan Udara Jadi Penyumbang Tertinggi

3 May 2019 - 07:23 WIB
Kepala BPS Kota Malang (kanan) Sunaryo
Kepala BPS Kota Malang (kanan) Sunaryo

MALANG  (SurabayaPost.id) – Kota Malang selama bulan April 2019 melampaui inflasi Jatim yang hanya 0,41 persen. Sebab inflasi Kota Malang mencapai 0,44 persen, tertinggi kedua setelah Jember yang  0,45 persen.

Hal itu terungkap saat Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Bulan April 2019, Kamis (2/5/2019). Menurut Kepala BPS Kota Malang Sunaryo, inflasi Kota Malang pada bulan April 2019 sebesar 0,44 persen lebih tinggi dari Inflasi Provinsi Jawa Timur yang berkisar di angka 0,41 persen.

“Inflasi Kota Malang tertinggi kedua se-Jawa Timur. Itu  setelah Jember dengan 0,45 persen,” jelas dia.

Dijelaskan dia bila inflasi bulan April 2019 itu dipicu oleh naiknya harga beberapa komoditas. Khususnya angkutan udara yang  menjadi pentunbang inflasi tertinggi.

Selain itu,  Bawang Putih, Bawang Merah, Cabai Merah. Bahkan kenaikan harga  Telur Ayam Ras, Tomat Sayur, Semen, Pasir, Bandeng/Bolu, dan Selada juga ikut menyumbang inflasi.

“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada  April 2019, yaitu: kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1.62 persen, diikuti kelompok bahan makanan 0.73 persen dan kelompok kesehatan 0.04 persen. Lalu, yang terkecil kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar sebesar 0.01 persen,” urainya.

Adapun komoditi yang menahan laju inflasi pada bulan April 2019 seperti Udang Basah. Disamping itu Beras, Wortel, Daging Ayam Ras. Termasuk juga Mentimun, Cabai Rawit, Kentang, Mujair, Minyak Goreng, dan Tarif Listrik.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo menyampaikan bahwa bulan Mei 2019 memasuki bulan Ramadhan. Menurut dia, biasanya pola konsumsi akan bertambah.

“Untuk itu perlu diwaspadai adanya inflasi yang cukup signifikan pada bulan Mei ini. Sehingga semuanya bisa terkendali,” ujarnya. (lil)