MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – DPRD Kota Malang menerima keluhan warga terkait persoalan parkir di kawasan Jalan Semeru. Keterbatasan lahan dinilai menjadi persoalan, hingga dibutuhkan penataan serius di kawasan tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan terkait persoalan parkir di Jalan Semeru, mulai dari keterbatasan lahan, parkir di pinggir jalan, hingga kemacetan arus lalu lintas.
“Kami mendorong, agar konsep penataan parkir yang diterapkan di kawasan Kayutangan Heritage dapat dijadikan acuan untuk Jalan Semeru. Keberadaan gedung parkir di Kayutangan terbukti mampu menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman,” ujar Anas, Selasa (3/2/2026).
Anas menekankan bahwa penataan parkir di Kota Malang harus saling terintegrasi, terutama antara kawasan Kayutangan dan Semeru yang berdekatan dan saling terhubung.
Dishub Kota Malang menyambut baik masukan terkait penyelenggaraan perparkiran dan telah melakukan berbagai langkah penanganan, meskipun fasilitas parkir belum sepenuhnya tersedia.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengakui bahwa ketersediaan ruang parkir di kawasan tersebut memang sangat terbatas dan belum terjangkau layanan Gedung Parkir Kayutangan.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui pengaturan, pengarahan, serta pembinaan terhadap pengelola usaha, juru parkir, dan pengguna jalan.
Sudah ada tempat usaha yang mulai berbenah dengan menyediakan titik parkir khusus dan menerapkan sistem valet dengan mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir alternatif.
“Kami akan terus memberikan pembinaan kepada tempat usaha yang belum menyediakan parkir khusus,” tegasnya. (lil).
