Jurnalis Diajak Hadapi Pandemi Covid-19 Secara Humanis

21 August 2021 - 16:29 WIB
Rektor IBU Malang saat berdialog dengan empat Ketua organisasi kewartawanan di Malang Raya

MALANG (SurabayaPost.id).- Jurnalis diajak untuk menghadapi pandemi Covid-19 secara humanis. Ajakan tersebut disampaikan Rektor KIP Budi Utomo (IBU) Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, Sabtu (21/8/2021). 

Nurcholis Sunuyeko mengajak jurnalis menciptakan suasana damai di tengah pandemi Covid-19 melalui karya jurnalistik. “Sebab,  saat ini banyak masyarakat yang paranoid dengan adanya pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun ini melanda wilayah Indonesia,” kata dia saat berdialog dengan empat organisasi kewartawan via podcast. 

Dalam podcast tersebut, Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko melakukan talkshow bersama dengan ketua Organisasi kewartawanan (Jurnalistik) di Malang Raya.

Ketua Organisasi kewartawanan tersebut, yakni Cahyono, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, M Zainudin sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Arief Masbuhin, dan Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Darmono.

Dalam kegiatan podcast tersebut, Nurcholish berdialog tentang adanya pandemi Covid-19 yang peran jurnalistik untuk mengajak masyarakat ikut mewujudkan pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan.

Sebab, ditengah Pandemi Covid-19 jurnalis memiliki peran vital dalam menyebarkan informasi penting tentang Covid-19, dikarenakan banyak sekali sektor yang terpengaruh akibat pandemi ini, tidak hanya kesehatan tapi juga salah satunya adalah sektor ekonomi.

Apalagi, di zaman kemerdekaan seperti ini, kemerdekaan jurnalis masih masuk dalam tanda kutip. “Banyak jurnalis yang bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan,” tegas Nurcholish.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono langsung menjawab jika peran jurnalis saat ini masih dibatasi dengan perundangan-undangan, itu yang membuat kemerdekaan jurnalis masih belum terlaksana.

“Kita mau berkarya gimana lagi, jika terlalu frontal kita akan dikenakan UU ITE,” katanya, dalam kegiatan Podcast yang digelar di Kampus C IBU, Jalan Citandui, No.46, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/8/2021).

Sementara itu, Ketua AJI Malang, M Zainudin juga sangat memperhatikan kesejahteraan para jurnalis disamping profesionalisme.

Di sisi lain, Ketua PFI Malang, Darmono mengaku jika dirinya saat ini selalu bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan.

“Saya bebas memfoto semua, tapi dalam mengupload karya saya ada batasan,” pungkasnya.

Dengan munculnya polemik tersebut, dapat disimpulkan jika Dewan Pers juga memiliki peran untuk ikut andil dalam menjaga dan menciptakan kemerdekaan jurnalis/pers, serta menjaga keseimbangan agar tidak terjadi gejolak sosial dan tetap menciptakan situasi yang kondusif. (Lil)