Ketua PBG, Suyanto : PBG Tidak Untuk Berseberangan Dengan Program Pemerintah Desa

GRESIK (SurabayaPost.id)—Ketua Perkumpulan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gresik Dr. Suyanto menegaskan, sepandai apapun tanpa peran BPD Kepala Desa tidak akan mampu mengeksekusi dan menjalankan program pembangunan desa. Pasalnya BPD memiliki peran strategis dalam pemerintahan desa.

“Kalau BPD diam atau tidak mendukung program pembangunan desa. Sepandai pandainya kades maka kades tidak akan bisa melaksanakan pembangunan desa,” ungkap Suyanto yg juga Dekan Universitas Gresik saat rapat koordinasi di Balai Desa, Desa Pangkahwetan Kecamatan Ujungpangkah, Minggu (22/8).

Dikatakan Suyanto, berdasarkan Peraturan Mendagri No 110 Tahun 2016 tetang Badan Permusyawaratan Desa, memiliki peran strategis, yakni membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa.

“Dari tiga tugas ini sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa,” katanya

Sisi strategis lainya adalah, anggota BPD memiliki banyak latar belakang yang berbeda-beda, maka BPD bisa menjadi kekuatan untuk bisa merumuskan pembangunan di desa. Para pengurus dan anggota BPD harus memiliki kemampuan untuk merumuskan dan menyusun rencana pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat seperti halnya melaksanakan rencana pembangunan tingkat kabupaten.

“Peran BPD sama pentingnya seperti yang kami lakukan di tingkat kabupaten, perbedaannya hanya ruang lingkup saja,” tegas Suyanto.

Namun, ungkap Suyanto, terbentuknya PBG bukan untuk berseberangan dengan AKD atau bahkan program pembangunan yang telah diprogramkan bupati. Justeru keberadaan PBG adalah untuk mendukung program pembangunan pemerintah. “Tujuannya untuk membangun Gresik. Bukan bersebrangan program pemerintah, meski tetap melakukan kritik. PBG juga harus berjuang untuk kesejahteraan para anggota BPD,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pangkahwetan Syaifullah Mahdi usai acara menyerahkan souvenir untuk Ketua PBG. Ia mengungkapkan, souvenir dibuat oleh warga Pangkahwetan yang sedang lumpuh. Sebagai penghormatan kepala desa Pangkah selalu membeli karyanya untuk menghargai warganya yg mengalami kelumpuhan.

“Sovenir ini tidak ada yang menarik. Yang menarik karena yang membuat adalah pemuda umur 30 tahun yang sedang lumpuh. Ia hanya terbaring lemah dirumah tetapi mampu membuat karya yang menurut kami sangat mengisnpirasi untuk kita yang tiada cacat semakin bersyukur,” kata pria yang akrab dipanggil Sandy itu. (uki)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.