Kecamatan Bagor, Nganjuk Dipoles Menjadi Desa UMKM

25 March 2019 - 12:05 WIB
Caption: Warga Kecamatan Bagor tengah dilatih berwirausaha di Balai Desa Bagor Kulon, Nganjuk.

NGANJUK (surabayapost.id) – Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro (Nakerkopum) Kabupateng Nganjuk memoles Kecamatan Bagor menjadi salah satu desa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Alasannya, kecamatan yang berada di wilayah Nganjuk bagian barat itu memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan menjadi sentra produksi barang-barang yang memiliki nilai jual.

“Untuk dinas memberdayakan masyarakatnya dengan memberi kemampuan berwirausahan dan memproduksi barang sesuai selera Konsumennya,” ujar Putu Winarsa, Kepala Dinas Nakerkopum Nganjuk saat membuka Pelatihan Kewirausahaan dan Akuntansi di Balai Desa Bagor Kulon, Senin (25/3/3029) pagi tadi.

Putu menjelaskan, Kecamatan Bagor dipilih karena potensi alamnya mendukung, menyediakan bahan baku seperti padi, palawija dan sayuran. “Tinggal memoles dengan memberi kemampuan berproduksi dan memasarkan harapan ini bisa terwujud,” terangnya.

Ia mengaku optimistis jika program desa UMKM di Kecamatan Bagor ini bisa tercapai. Pasalnya, Pemkab Nganjuk juga mendukung dengan mengeluarkan kebijakan agar otlet bisnis modern seperti Alfamart dan Indomaret yang ada di Kabupaten Nganjuk diwajibkan memasarkan produk lokal.

Menurut Putu, hal ini bisa menjadi daya dorong tumbuhnya wirausaha baru dan meningkatkan optimalisasi program desa UMKM ini. Keberadaan desa UMKM, pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui sektor industri kecil dan menengahnya. (ony)