Ketua APEL Kota Batu Apresiasi Program Jaksa Jaga Desa

21 November 2020 - 15:51 WIB
Ketua APEL Kota Batu Wiweko

BATU (SurabayaPost.id) – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dan KeLurahan (APEL) Kota Batu, yang notabene Kepala Desa (Kades) Oro – Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Wiweko sangat mengapresiasi program Kajari Kota Batu, Dr Supriyanto SH MH. Program  Jaksa Jaga Desa dan sosialisasi hukum lewat blusukan secara virtual di setiap desa itu dinilai sangat luar biasa.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Apel Kota Batu, Wiweko, Sabtu (21/11/2020). Menurut Wiweko rencana konsultasi hukum melalui virtual di masing-masing desa se Kota Batu telah disepakati. Itu demi  mendukung program Kajari.

“Sedengan merencanakan untuk pengadaan alat alatnya¹, dan itu sudah komunikasikan dengan para Kades yang lain,” katanya.

Itu, kata dia, teman – teman juga sangat sepakat dan mendukung program tersebut. Kendati demikian, ia mengaku harus merencanakan untuk pengadaannya. “Tapi kemarin sudah saya sampaikan dan kita harus mendukung.Cuma kita harus merencanakan pengadaannya,” ungkapnya.

Dan itu, ungkap dia, sekarang di masing – masing desa menurutnya masih penyelesaian APBDes.Dan itu, lanjut dia,  mungkin baru bisa dimasukkan di APBDes pelaksanaan pada tahun 2021 mendatang.

“Inikan rata – rata sudah selesai perubahan APBDes yang ketiga kemarin. Contohnya di Desa Oro – Oro Ombo, sudah selesai dan sudah disepakati oleh BPD dalam penyelesaian itu,” paparnya.

Karena, papar dia, kalau di tahun 2020 ini, diyakini belum bisa, dan mungkin ,lanjut dia, pada 2021 mendatang, yang menurutnya bisa di bulan pertama atau bulan yang kedua.

“InsyaAllah awal tahun 2021 mendatang baru bisa. Kita upayakan pada tahap pertama atau tahap kedua,” janjinya.

Dari sisi lain saat disinggung terkait blusukan dan penyuluhan hukum yang dikemas melalui Jaga Desa yang dilakukan Kajari Batu, Wiweko mengaku sangat mendukung, alasannya.

“Karena yang selama ini masyarakat takut dengan namanya Kejaksaan karena bersinggungan dengan hukum, otomatis karena bisa berkonsultasi dengan pemahaman hukum, baik secara langsung atau secara virtual, maka itu semua bakal membawa manfaat bagi masyarakat dan kita semua,” ngakunya.

Apalagi, dia mengaku  terkait blusukan Kajari Batu, sangat senang. Alasannya karena selama ini masyarakat sangat takut jika melihat dan berhadapan dengan Jaksa.

“Namun dengan blusukannya Pak Kajari Batu, Dr Supriyanto SH MH, bersama Kasi Intel dan beberapa staf lainnya, masyarakat sudah mulai punya pandangan yang berbeda.Mereka merasa tidak takut dan ternyata tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya,” tegasnya.

Apalagi, tegas dia, Kajari bersama para stafnya pada saat blusukan ke desa – desa bisa bertatap muka dengan masyarakat. Mereka  bisa membawa keakraban yang sangat luar biasa. (Gus)