Antisipasi Bencana, Wali Kota Dewanti Pimpin Apel Siaga Bencana Hadapi Musim Hujan

21 November 2020 - 15:33 WIB
Saat apel bersama digelar

BATU (SurabayaPost.id ) – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pimpin apel siaga darurat bencana menghadapi musim hujan di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat  (20/11/2020).

Untuk diketahui, apel tersebut, dalam rangka mengantisipasi peningkatan curah hujan tahun 2020/2021 di Kota Batu. Curah hujan itu  berpotensi terjadi bencana yang tak diinginkan. Untuk itu, Pemerintah Kota dalam mengantisipasi hal tersebut, telah melangkah kesigapan yang dilakukan dengan menggelar apel.

Menurut Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko giat ini, setiap tahun rutin dilaksanakan apel siaga bencana. Terutama di masa penghujan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu,” katanya.

Itu, kata dia, dalam rangka mempersiapkan pergantian musim.  Menurutnya pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan biasanya terdapat angin kencang.

“Kota Batu sangat mempunyai kekuatiran adanya bencana, seperti tahun lalu kita merasakan bagaimana bencana angin puting beliung yang terjadi di Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu,” ungkapnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pimpin Apel Siaga Darurat Bencana di Halaman Balai Kota, Among Tani Kota Batu

Saat itu, ungkap dia,karena angin juga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan. Itu, kata dia,padahal sudah masuk musim penghujan dan bencana semacam itu diyakini sudah tidak ada, meski begitu, ia mengaku telah mendapat peringatan.

“Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan terdampak La Nina. Itu merupakan  fenomena iklim yang berlawanan dengan El Nino atau fenomena iklim pemanasan atau kemarau panjang pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021,” paparnya.

Dan dampak fenomena tersebut, menurut dia akan dirasakan di 29 provinsi kecuali Sumatera. “Pertama selain mempersiapkan SDM kita, kita sosialisasikan kepada masyarakat bagaimana cara kita bersama-sama menjaga lingkungan ini menjaga dengan sebaik baiknya,” pesannya.

Dia mencontohkan pembersihan selokan dan sungai-sungai di sekitar pemukiman. “Supaya ketika musim hujan datang banjir tidak melanda,” harapnya.

Selanjutnya, saat Jajaran Forkopimda Kota Batu mengecek kesiapan personil dalam Apel Siaga Bencana. Oleh karena itu, Dewanti tekankan di musim penghujan yang harus diwaspadai adalah banjir dan tanah longsor.

“Kami berharap pada seluruh elemen lebih waspada. Dengan melakukan kegiatan bersih- bersih saluran air, setidaknya bisa meminimalisir terjadinya penyumbatan meski kondisi hujan deras. Selain itu, dimusim pergantian cuaca semacam ini juga dimungkinkan terjadi La Nina,” terangnya.

“Ini juga sebagai bentuk siaga kita terhadap La Nina, ketika musim berganti di tahun ini ada kemungkinan La Nina yang mengkhawatirkan untuk seluruh Indonesia, kita telah mengusahakan sebisa mungkin, seperti SDM, fasilitas dan sosialisasi,” ngakunya.

Maka dari itu, Wali Kota Perempuan yang pertama di Malang Raya ini, mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama berdoa agar semua yang ada di Kota Batu dilindungi dan terhindar dari bencana. Alhamdulillah, menurut dia di musim penghujan tahun ini, Kota Batu tidak terdapat bencana yang melanda.

“Memang menurut BPBD ada 23,6 persen lahan berpotensi terkena La Nina, nah tugas kita adalah  menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dengan cara mengedukasi dan mensosialisasikan  pada masyarakat agar dapat saling menjaga,” timpalnya.

Yang perlu diketahui lagi, kegiatan yang dimaksud dihadiri dari jajaran BPBP, unsur TNI, Polri, serta jajaran OPD Pemkot Batu. Selain itu juga dari Tagana, PMI Kota Batu, Linmas, Pramuka.

“Itu semua kami harap dukungannya dan partisipasi, serta bisa berperan aktif dari instansi dan lembaga lain, bersama dunia usaha dan masyarakat,” pungkasnya. (Gus/ Adv)