Kukuhkan Ponpes Tangguh Semeru, Kapolresta Inginkan Kearifan Lokal

24 June 2020 - 20:35 WIB
Kapolresta Makota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat mengukuhkan Ponpes Baiturahman sebagai Ponpes Tangguh Semeru

MALANG (SurabayaPost.id) – Kapolresta Malang Kota (Makota) Kombes Pol Leonardus Simarmata bersama Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson mengukuhkan pondok pesantren (Ponpes) Tangguh Semeru, Rabu (24/6/2020). Ponpes yang dilakukan adalah Ponpes Baiturrahman di Jl Ciliwung, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kota Malang,

Konsep pesantren tangguh itu diakui berawal dari gagasan kampung tangguh. Makanya, Kapolres Leonardus Simarmata berharap masyarakat bisa menyelesaikan masalah yang ada di wilayahnya masing – masing dengan kearifan lokal.

“Ini satu bentuk kebersamaan dalam pencegahan penyebaran Covid 19, maupun masalah lainnya termasuk keamanan. Akan kami sampaikan ke Walikota Malang terkait kesiapan Ponpes Baiturahman, terkait rapid test,” terangnya.

Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson saat memberikan sambutan dalam pengukuhan Ponpes Tangguh Semeru

Dalam pelaksanaannya, tentu menerapkan protokol kesehatan dan akan difasilitasi terkait kendala yang dialami Ponpes. Pada kesempatan itu, Polresta Malang Kota memberikan bantuan beras, mie instan, masker dan hand sanitizer.

Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Let Kol Inf Tommy Anderson yang ikut hadir dalam acara tersebut, meminta agar masyarakat waspada dan tidak boleh menyerah.

“Inisiatif Ponpes Tangguh dari Kapolresta Malang Kota, menghadapi masa New Normal setelah masa PSSB. Apresiasi kepada pengurus Ponpes Baiturahman atas persiapan secara maksimal dalam penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, pimpinan dan pengasuh Ponpes Baiturahman, Gus Muhamad Yahya Muidhi mengaku, suatu kehormatan dan kebahagiaan atas kehadiran Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833 untuk peresmian Ponpes Tangguh.

“Semoga adanya Ponpes Tangguh Virus Corona segera hilang. Ponpes Baiturahman sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam mencegah penyebaran Covid 19. Namun ada kendala terkait Rapid Test yang harus menghadirkan tenaga medis,” tuturnya. (Lil)