Langkah Konkrit Tekan Dampak Inflasi, Pemkot Malang Gelar Operasi Pasar

15 November 2022 - 17:40 WIB
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi membantu salah satu warga mengangkat barang belanjaan di gelaran Operasi Pasar (ist)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi membantu salah satu warga mengangkat barang belanjaan di gelaran Operasi Pasar (ist)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), menggelar operasi pasar di seluruh wilayah Kota Malang. Untuk kali pertama, operasi pasar sebagai langkah konkret menekan dampak inflasi ini diselenggarakan di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (15/11/2022).

“Dari Diskopindag mengadakan operasi pasar yang dilaksanakan mulai tanggal 15 November sampai 1 Desember 2022. Ada 10 titik di Kota Malang, di masing-masing kecamatan nanti ada dua titik,” ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.

Operasi Pasar yang digelar Diskopindag Kota Malang guna menekan dampak inflasi (ist)
Operasi Pasar yang digelar Diskopindag Kota Malang guna menekan dampak inflasi (ist)

Lebih lanjut, Eko menyebutkan bahwa di setiap operasi pasar akan didistribusikan paket sembako sebanyak 1.143 paket. Harga asli paket sembako ini adalah Rp200.000,00 dan Pemkot Malang memberikan subsidi senilai Rp75.000,00. Sehingga, masyarakat dapat memeroleh paket-paket ini  dengan uang senilai Rp125.000,00. 

Berdasarkan data BPS, pada bulan Oktober 2022 lalu minyak dan beras termasuk komoditi penyumbang inflasi di Kota Malang. Maka selain gula pasar, pada operasi pasar ini kedua komoditi ini menjadi kebutuhan pokok yang didistribusikan dengan harga subsidi.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi (ist)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi (ist)

“Operasi pasar ini bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat akibat inflasi. Dengan operasi pasar ini nangi bisa dijangkau oleh masyarakat. Ini adalah subsidi dari Pemkot Malang yang anggarannya dibebankan pada APBD Kota Malang,” lanjutnya.

Selain itu, Eko menerangkan bahwa sasaran operasi pasar ini adalah masyarakat kurang mampu. “Kita arahkan kepada warga kita yang di pinggiran dan membutuhkan. Nanti akan ditentukan dan disebarkan kupon di setiap titik oleh pak RW, pak lurah, pak camat yang lebih tahu kondisi masyarakatnya,” terangnya.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi membantu salah satu warga mengangkat barang belanjaan di gelaran Operasi Pasar (ist)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi membantu salah satu warga mengangkat barang belanjaan di gelaran Operasi Pasar (ist)

“Pak wali sangat mengapresiasi kegiatan operasi pasar yang dilakukan Diskopindag. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot Malang hadir alam seluruh lapisan masyarakat, terutama di masa inflasi seperti saat ini,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT

Diah menyampaikan bahwa Pemkot Malang harus memberi intervensi akan adanya inflasi ini. Diharapkan bahwa subsidi yang bersumber dari APBD ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, salah satu warga menyampaikan terima kasih atas program operasi pasar yang diselenggarakan. “Terima kasih sekali ada program seperti ini. Semoga ada lagi, karena kami merasa sangat terbantu,” ucap Yanti warga Sumbersari tersebut. (*)