Mahasiswa Unbraw : Pemkot Batu Harus Punya ‘PR’

BATU ( SurabayaPost.id ) – Muhammad Rizky Ramdan S, AB,M AB, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Sabtu ( 18/12/2021) malam, sarankan Pemkot Batu harus punya PR ( Public Relation) yang lebih spesifik yaitu Juru Bicara satu pintu terkait permasalahan yang terjadi di Kota Batu seperti Proses Revitalisasi Pasar Batu hari ini.

“Dipresreliskan misalnya terkait relokasi.Dalam penentuan relokasi pasar ini Win – Win Solution  pemerintah harus dapat menjelaskan siapa pemenang tendernya dan pembangunan itu kapan dilaksanakan,” kata Rizky.

Dengan diumumkannya Pemenang Tender dan Pelaksanaan Revitalisasi Pasar Batu sudah bisa menjawab kekhawatiran pedagang terkait masalah polmik relokasi yang terjadi dari beberapa miskomunikasi baik dari sisi pemerintah maupun  pedagang pasar batu.

” Beberapa kali kita melakukan audensi dengan pihak – pihak yang terkait .Dari sisi pedagang saya menyikapi terkait pembagian bedak atau kios ditempat relokasi stadion,” paparnya.

Itu, papar dia, dengan diambilnya kunci pembagian toko tempat relokasi seharusnya semua pihak tidak tergesa gesa untuk bongkar muat barang dagangan ke tempat relokasi sampai pengumuman siapa pemenang tender.

” Kekhawatiran para pedagang ini seolah – olah ketika sudah memegang kunci pembagian stand, seluruh Pedagang diwajibkan sampai tanggal 25 Desember harus segera memindahkan barang dagangan ke tempat relokasi.Kemudian mereka harus  mengosongkan pasar.
Memang , kata dia, relokasi pasar tersebut, tidak mudah karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Meski begitu, menurut dia, pedagang pasar batu secara umum menyetujui adanya revitalisai pasar.

” Dengan menggunakan anggaran APBN cukup besar, mencapai 199 miliar dengan dasar hukum Perpres 80 Tahun 2019. Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat harus  memberikan kepastian bawasannya pada tanggal 22 Desember nanti diumumkan pemenang lelangnya,” mintanya.

Dan itu, minta dia, harus diumumkan dan jangan sampai terjadi molor lagi.Olehkarena itu, pihaknya berharap untuk kedepannya harus dilakukan konsulidasi ulang.

” Baik dari sisi pemerintah maupun pedagang untuk segera  melakukan dialog.Karena yang kita ketahui banyak hal yang miskomunikasi terutama  diakar rumputnya para pedagang sendiri,” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan tersebut, ujar dia, baik dari unit satu dan unit dua mereka sebenarnya sangat setuju.

” Hanya saja pemerintah Kota Batu, melakui Diskoumdag ,  harus bisa menjelaskan dari sekian orang yang ikut tender, siapa  pemenangnya. Jadi kita tunggu sampai 22 Desember nanti,” katanya.

Semoga, kata dia, tidak terjadi molor lagi dan disitu kalau sudah ada pemenang tendernya agar segera diumumkan secara terbuka dan disusul dengan Perwali untuk memberikan kepastian hukum.

” Baru kita tidak was – was dan itu harus diumumkan kepada warga pedagang pasar batu,” pungkasnya ( Gus )

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.