Mentan RI  Lepas Ekspor Jeruk ke Prancis dan Belanda dari Batu

19 October 2021 - 20:11 WIB
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat lepas ekspor jeruk ke Prancis dan Belanda dari Kota Batu.

BATU (SurabayaPost.id) – Menteri Pertanian (Mentan)  RI  Syahrul Yasin Limpo, Selasa (19/10/2021) lepas ekspor 1 ton jeruk ke Prancis dan Belanda dari Balitjestro, Kota Batu.

Prosesi pelepasan tersebut, bersamaan dengan acara Gelar Teknologi Inovatif Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit di IP2TP Punten Balitjestro dan instalasi penelitian pengkajian teknologi pertanian Balitjestro Punten tersebut, telah  mengembangkan bibit jeruk unggul dan berkualitas dari berbagai teknik pertanian.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, itu merupakan upaya untuk membangun industri dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan produk pasar global.

“Hari ini ,sekaligus kita launching jeruk purut yang berkualitas tinggi, dan kita lepas ekspornya ke beberapa negara,” kata Syahrul.

Itu, kata dia, selain memperkuat kebutuhan nasional, serta menurut dia, ekspor tersebut, perlu dilakukan untuk mendorong akselerasi perekonomian. 

“Hari ini, besok, pertanian adalah sektor yang mampu melakukan perdagangan yang terus berakselerasi di era covid. Kita harus memperkuat komoditi untuk dipersiapkan menjadi budidaya yang lebih kuat,” tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengaku komoditi pertanian menjadi sektor yang kebal di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Dewanti mengaku Pemerintah Kota Batu terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai sektor, salah satunya pertanian.

“Sektor pertanian Kota Batu tumbuh di angka 1,03%.Kendati ditengah pandemi, upaya percepatan pemulihan ekonomi terus didorong dengan berbagai kerjasama pentahelix dengan dunia usaha, komunitas dan media,” ujarnya.

Sekadar diinformasikan, pada kesempatan itu, sekaligus dilakukan peluncuran Buku Teknologi Inovatif jeruk sehat nusantara dan pelepasan bantuan bibit jeruk kepada masyarakat dan petani jeruk di Indonesia.

“Dengan harapan kegiatan ini tidak hanya untuk gelar teknologi inovatif saja.Tetapi juga bisa diimplementasikan pada pertanian yang lebih maju dan modern dengan masyarakat Kota Batu sebagai lokomotif akselerasi pertaniannya,” pungkasnya. (Gus)