Para Seniman Bersama Pemkot Batu Gelar Pameran Seni Rupa

10 November 2021 - 10:30 WIB
Dewanti Rumpoko saat mengunting pita pembukaan

BATU (SurabayaPost.id) – Jatim Art Forum Pekan Kebudayaan Nasional Dewan Kesenian Jatim gandeng Pemkot Batu, dalam rangka mengaktualisasikan karya – karya seni Top Jatim, pameran seni rupa dari beberapa seniman dari Jatim di Pendopo Rumah Dinas, Wali Kota Batu, Selasa ( 9/11/2021) malam.

Beberapa seniman handal tersebut,mengekpresikan puluhan karya – karya seni dan beragam alirannya tersebut, dijadwalkan sejak 9 – 14 November, 2021.

Yang perlu diketahui, jumlah peserta dan daerah asal masing – masing seniman tersebut adalah Asri Nugroho , dari Surabaya,  Widji Paminto Rahayu, Tulungagung. Wahyu Nugroho,Pasuruhan, Agung Tato Sri Garis Edelweisc , Pasuruhan. Komunitas Kecoak Timur, Surabaya. .Komunitas Serbuk Kayu, Surabaya. Komunitas Prewangan Tuban.  Koboe Sarawan, dari Kota Batu.

Dan itu, dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, usai mendampingi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat membuka kegiatan itu, Selasa, (9 /11/2021), malam.

Arief As Siddiq saat melihat karya Koeboe Sarawan

“Kegiatan ini selama lima hari diselenggarakan di Kota Batu,dan ini suatu kebanggaan bagi Kota Batu,” kata Arief.Itu, kata dia, karena Kota Batu punya seniman yang luar biasa, yakni Koeboe Sarawan juga ikut serta menampilkan beberapa karya karyanya yang sangat luar biasa.

“Luar biasa, ampuh dan menajudkan.Ini tentu menjadi inspirasi penyemangat bagi yunior yunior seniman – seniman yang lain khususnya di Jatim bisa meningkatkan kualias baik,” ungkapnya.

Itu , ungkap dia, dari seni lukis , pahat dan sebagainya, menurut Arief sejalan dengan Kota Batu, untuk berkomitmen Kota Batu  sebagai centra kebudayaan.

“Khususnya kesenian, mudah-mudahan event ini sukses menjadikan Kota Batu menjadi destinasi wisata, dan tidak saja wisata buatan namun juga wisata budaya keseniaan,” harapnya.

Untuk itu, pihaknya berencana pada tahun 2022 mendatang , bisa betul – betul menjadi momentum sebuah kebangkitan tidak saja pariwisata, tapi kebangkitan kebudayaan.

“Didalamnya para seniman juga para budayawan yang ikut mewarnai Kota Batu, menuju kesejahteraan dengan kemampuan dan talenta –  talenta yang luar biasa.Alhamdulilah beberapa waktu kemarin kita juga menerapkan salahsatu centra berkumpulnya para seniman,” paparnya.

Disitu, papar dia,Pondok Seni Galeri Raos Kota Batu, menurut Arief  sudah diperbaiki.

“Kita terus berbenah dan mudah-mudahan pada  2022 mendatang menjadi ajang kebangkitan Kota Batu, khususnya kebudayaan dan kesenian,” ujarnya.

Dengan begitu, ujar dia, para seniman diajak meningkatkan kekompakan, dan kebersamaan, bekerjasama dengan Pemkot Batu, dan Disparta.

“Terlebih,Batu sudah menyediakan salahsatu fasilitas luar biasa, di Sendra Tari Wiwaha.Itu dijadikan 

sebagai pusat pengembangan seni budaya dan atraksi ,” jelasnya.

“Ini menjadi  titik kumpul tempat untuk beratraksi dan saling memberi edukasi.Disana juga disiapkan ruang pameran dan ruang untuk menciptakan karya – karya yang top dengan lingkungan yang asri,” tuturnya.

Kemudian, tutur dia, dimasing – masing ada atraksi terbuka nantinya ada juga atraksi tertutup.Itu  menurutnya sudah di siapkan dan kegotong – royongan semua nanti diyakini Kota Batu bangkit.

Dari sisilain, apalagi Kota Batu punya Gunung Arjuna, itu nenurut dia, satu – satunya Gunung yang memiliki nama lakon Wayang Arjuna.

Koeboe Sarawan Seniman Kota Batu

“Itu kita angkat menjadi destinasi wisata budaya dengan Kaki Arjuna Wiwaha,” timpalnya.

Diwaktu yang sama, Koeboe Sarawan, seniman dari Kota Batu yang karya – karyanya dikagumi Kadisparta Kota Batu ,Arief As Siddiq, membeberkan terkait ekspresi karya seninya.

“Kadang – kadang saya berfikir kaki sebuah telapak kaki. Itu kadang –  kadang terkesampingkan dan ini saya angkat sebuah tema karya kaki. Sementara kaki betapa penting dan dahsyat kita ajak kemana saja,” katanya.

Itu, kata dia, yang namanya telapak kaki itu akan mau kemana saja  diajak sebuah kebaikan dan bisa diajak sebuah keburukan.

“Itu mau, tapi fitrah, fitrah Tuhan itu memberikan energi spirit bahwa kaki kita diajak jalan kebaikan dan kaki itu sebuah jejak kita akan meninggalkan jejak kaki mau dibawa kemana.Tapi fitrah Tuhan pada prinsipnya selalu akan membawa kebaikan,” ungkapnya.

Kemudian, ungkap dia, dari karya karya itu,menurut Koeboe,  mengenai teknis memang suka teknis – teknis Realisme yang nenurutnya bisa dilihat secara kasat mata.

“Ya kebetulan saya suka ,menyukai karya – karya yang detail, tapi itu kebetulan.Kebetulan saya bisa istiqomah kepada teknik seperti itu,” ngakunya.

Disinggung terkait dengan karyanya dengan tema kaki, Koeboe mengaku kaki tergantung pikiran dan perasaan.

“Kenana kita bawa, kembali lagi pada fitrah manusia itu isyaAllah Tuhan akan selalu menjaga kita bawa kaki akan dibawa kesebuah kebaikan,” terangnya.

Itu, terang dia, ada tiga karya dirinya yang dipamerkan bersama dengan rekan – rekan sejawatnya,ada yang mengusung tema, menuju puncak keheningan, dan jejak –  jejak hidup dalam kesementaraan,” jelas Koeboe sembari menyerukan karena jejak hidup itu hanya sementara dan tidak abadi.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpko, mengatakan para seniman se Jatim termasuk kepada Koeboe Sarawan, seniman dari Kota Batu,serta seluruh hadirin yang lain.

“Alhamdulilah malam hari ini, walupun cuaca hujan rintik –  rintik tidak menghalangi niat para seniman untuk bisa apresiasikan karya karyanya.Dan saya bersyukur ketika Pendopo Pemkot Batu dijadikan tempat untuk gelar ekpresi itu,” katanya.

Kemudian,dia mengucapkan terimakasih, dan berharap mudah-mudahan dengan tempat yang sangat sederhana ini, bisa memmunculkan atau memberi semangat seluruh seniman – seniman.

“Apalagi meski ditengah pandemi bisa tetap berkarya dan bisa melakukan hal – hal yang positif demi bangsa dan negara kita,” pungkasnya (*Gus*)